Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
menikmati hidup. gimana caranya?
wah sebagai manusia yang menjadi makhluk individu dan sosial kita ini hidup *ceileh apa hubungannya..
buat hidup di jaman ini, jaman yang beeeeener-bener udah global -tapi aku sendiri gatau mau se-global apa nantinya- kita itu butuh yang namanya tekad atau devotion atau keuletan atau lagi keseriusan. Tapi hidup yang kayak gimana sih yang serius, penuh dengan tekad dan keuletan tapi kita juga nikmatin?? itu tuh yang aku pikirin.
Lantas, aku berpikir... berpikir... berpikir.. dan... jengjeng.. ini nih jawabannya :
Hiduplah sesuai yang kamu minati, mungkin itu bisa jadi hobimu, komunitasmu, organisasimu, atau mungkin kamu hidup secara religius. itu pilihanmu! bila kamu sudah berumur 17 tahun, itulah saat dari dirimu mulai menjejakkan kaki kepada keputusan-keputusan hidup yang akan kamu buat nantinya, termasuk ya ini, bagaimana kamu menjalani hari-harimu.. mau menyenangkan, menyakitkan, menggembirakan atau me me yang lain dah.. Hidup sesuai dengan yang kamu minati bisa menjadi hal utama yang kamu kerjakan atau sekedar intermezo/selingan untuk keluar dari penatnya rutinitas hari-harimu.. :D dan kamu akan mendapatkan mood yang luar biasa!
buat hidup di jaman ini, jaman yang beeeeener-bener udah global -tapi aku sendiri gatau mau se-global apa nantinya- kita itu butuh yang namanya tekad atau devotion atau keuletan atau lagi keseriusan. Tapi hidup yang kayak gimana sih yang serius, penuh dengan tekad dan keuletan tapi kita juga nikmatin?? itu tuh yang aku pikirin.
Lantas, aku berpikir... berpikir... berpikir.. dan... jengjeng.. ini nih jawabannya :
1. Hiduplah sesuai dengan apa yang kamu minati
Hiduplah sesuai yang kamu minati, mungkin itu bisa jadi hobimu, komunitasmu, organisasimu, atau mungkin kamu hidup secara religius. itu pilihanmu! bila kamu sudah berumur 17 tahun, itulah saat dari dirimu mulai menjejakkan kaki kepada keputusan-keputusan hidup yang akan kamu buat nantinya, termasuk ya ini, bagaimana kamu menjalani hari-harimu.. mau menyenangkan, menyakitkan, menggembirakan atau me me yang lain dah.. Hidup sesuai dengan yang kamu minati bisa menjadi hal utama yang kamu kerjakan atau sekedar intermezo/selingan untuk keluar dari penatnya rutinitas hari-harimu.. :D dan kamu akan mendapatkan mood yang luar biasa!
2. Hiduplah dengan penuh ikhlas/tulus
cara kedua buat bikin hidupmu menyenangkan adalah ini, kuncinya IKHLAS/TULUS. kok bisa? ya bisa dong, hidup dengan penuh ikhlas membuat apa yang kamu lakukan itu menjadi 100% your all. Kamu rela berletih-letih untuk mencapai impianmu, kamu rela untuk direpotkan sama tugas-tugas atau pekerjaan yang menumpuk, kamu ikhlas apapun untuk melakukan sesuatu dengan pengorbanan.. kamu ikhlas, ketika kamu ikhlas, tenaga, uang, atau apapun yang kamu keluarkan rasanya bagimu itu memang sudah sewajarnya dan pantas.. dan ikhlas itu membuat kita GAK MAKAN ATI , jadi sifat ikhlas ini bener-bener mood stabilizer nih buat kita2.3. Bersosialisasilah
ngga bakal bisa dipungkiri, mau se-soliter apapun kamu menjalani hidup, bersosialisasi adalah fitrah kita sebagai manusia, dan tentunya bersosialisasi adalah salah satu cara kita dalam menikmati hidup. saat ini, banyak kan tuh media jejaring sosial yang ngetren, kaya twitter, facebook, google+, path, instagram, dll. itu juga kan salah satu bentuk bersosialisasi meski dalam dunia virtual. lebih baik lagi untuk kita bersosialisasi secara langsung. Bersosialisasi yang baik itu yang membawa manfaat dan yang membuatmu nyaman. Bersosialisasi itu ibarat kita sedang membangun jaring kehidupan, dimana di dalamnya kita bisa saling membantu, bekerjasama, dan membagi ide-ide kita terhadap yang lain. :) so ayo dong keluar dari kamar dan ngobrol-ngobrol lah meski sekedar basa basi demi membangun relasi.. :D jangan jadi Hikkikomori aja. hehehe4. Hidup dengan penuh syukur
Bersyukur, jangan sampai kita lupa melakukan hal yang satu ini, sempatkanlah dalam beberapa menit atau kalau memang sibuk, lakukan dalam beberapa detik. ucapkanlah kepada Tuhanmu rasa terimakasihmu, bahwa kamu masih hidup, masih sehat, masih bisa makan dan beraktivitas, dsb. Penuhilah hatimu dengan penuh syukur. kalau sudah seperti itu, pastilah kita akan menghargai apa yang ada pada diri kita, menghargai apa yang ada pada orang lain, dan menghargai apa yang ada pada sekitarmu. :)5. Hiduplah dengan sederhana dan jangan sombong apalagi tukang pamer
Tidak usah neko-neko. tidak usah macam macam. yang ada saja dan jangan memaksakan diri. Hiduplah dengan tenang, apa yang kamu miliki ya itu saja ga usah sampe beli-beli ini itu buat tampil borju, ga usah bersikap ini itu buat keliatan wah, ga usah deh.. capek sendiri ntar ujung-ujungnya malah dicemooh :D so, simple aja. toh orang-orang juga bilang bahagia itu sederhana, bahagia itu mudah cenderung bagaimana saja kita set tingkat kebahagiaan kita :D
6. Be Yourself!
kamu pernah mengimitasi seseorang baik penampilan, sikap bahkan segala tingkah lakunya karena kekagumanmu? apa kamu puas dengan cara seperti itu? apa kamu sudah merasa layak dikagumi seperti orang/persona yang kamu kagumi? pasti jawabnya tidak. Memang sebaiknya jadilah diri sendiri, dengan begitu kamu bebas berlaku sesukamu, jadikanlah dirimu orang yang pantas dikagumi, jadikanlah dirimu pribadi yang mencerminkan dirimu, siapa kamu, dan bagaimana kamu. soalnya, capek kan kalo kamu harus bersikap seperti orang lain agar orang lain melihatmu sebagai pribadi yang baik. terimalah apa adanya dirimu, maka orang lain akan menerima dirimu :)
So, itulah jawaban dari pertanyaanku di awal, tentang gimana sih menikmati hidup tapi kita juga tetep serius dan tetep berusaha untuk menggapai impian dan harapan kita :)
so guys, semoga ini bermanfaat.
dan kalo ada yang mau menambahkan atau sekedar berkenalan.
bisa kok komentar atau kirim email ke erda.astro@gmail.com
may Allah SWT bless your day!! :D
Bekerja Bahagia
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahiim
Bismillahirrahmanirrahiim
kawan kawan, akhi wa ukhti, pernahkah anda bahagia karena usaha anda dalam suatu hal? Bukankah hal tersebut memunculkan perasaan yang amat memuaskan dan membahagiakan, jawabannya pasti benar! :D . Bagaimana tidak, tenaga yang kita miliki tersalurkan sesuai porsi dan keinginan, apalagi treatment setelah itu adalah ketentraman dan kedamaian hati. Hal itu hanya dapat terjadi bila kita mengerjakan semuanya secara ikhlas, bersemangat, dan penuh rasa sayang. Maka terpancarlah aura kehidupan pada wajah kita, bagaikan perubahan dari bulan sabit yang redup, menjadi purnama yang bersinar menentramkan.
Nah, hal inilah yang akhir-akhir ini saya rasakan (nyenengi). Rasa ikhlas, cinta, dan semangat selalu memenuhi hati dan pikiran saya dalam beraktivitas. Semuanya terstimulus oleh kebahagiaan keluarga, ekonomi, dan prestasi yang ingin digapai. Meski lelah, panas perih harus dilalui tapi melihat apa yang setelah itu akan didapatkan menjadikan harapan yang baru dan menghilangkan benak buruk yang dirasa. :)
Bekerja dan beraktivitas untuk bahagia sejatinya sederhana, Nothing special which we have to do. Hanya saja keengganan yang menjadikan itu berat. Cobalah mulai dengan sederhana, SENYUM kepada tiap orang yang kau temui, tunjukkan keramahtamahan kita, hal ini melatih rasa simpati dan empati kita untuk menghargai apapun, jika kita sudah menunjukkan SENYUM, itu artinya kita telah menunjukkan keikhlasan dan kepedulian :).
Hah, setelah itu dilakukan, maka hati akan terbuka dan memandang semua sama. Maka, mulailah lagi dengan BERSEMANGAT, yang satu ini menghindarkan kita dari rasa malas yang menggelayut dalam dada. Menjadi tameng terkuat dari mood, menjaga pikiran dari prasangka buruk, dan menjadikan semua rasa optimis datang menghampiri.
Sekarang sudah punya 2 modal nih, wah kalo makna dari keduanya benar-benar telah diresapi, ini menjadi modal yang lebih dari cukup untuk menjalani hari bahagia milikmu sendiri. Kemudian realisasikan semuanya dalam pekerjaan, kegiatan (apa lagi kerjaan yang bisa disebut sacrificial) memiliki tujuan dan motif untuk menyenangkan orang lain. Maka yang harus dimiliki ke-3 yaitu MOTIF DAN TUJUAN BAIK. Campurkan semuanya dan niatkan semua untuk Allah SWT;Tuhan Yang Maha Esa. ingat kan, yang Innashalaati wa nusuki wa mahyaaya wa mamaati lillahi ta'ala ? Pasti kan kawan, Mari realisasikan dalam kehidupan sehari-hari, Laa takhaf Innallaha ma'ana (patri dalam hati), maka senyum dan kebahagiaan sekitar kita akan menjadi pelipur lelah dan pahala untuk bonusnya :)
Semoga Bermanfaat
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh :)
Buatlah Berbeda!
Bismillahirrahmanirrahim
Pernah denger kata BERANI BEDA atau SO WHAT GITU LOH? kalo pernah mungkin, yang terpikir di benak pembaca ini umumnya hanya "ah itu kan cuman buat menarik minat" atau "itu kan cuman lagu, buat easy listening aja gituu, kan biar Boom!! ". nah, bila itu yang ada di pikiran kita, sebaiknya sih kita coba buat ganti deh pemikiran itu.
Jadi gini nih, maksud saya ambil kata-kata diatas dan judul BUATLAH BERBEDA! itu supaya pikiran kita maju, berpikir kritis, menjadikan mindset kita sebagai seorang pemimpin. Coba ambil contoh aja nih, tempo waktu lalu orang-orang bener-bener gila sama yang namanya 'Gangnam Style' mereka niru, bikin video terus diupload di youtube, terus sekarang ada lagi 'Harlem Shake', buat video gila-gilaan buat hiburan terus diupload di mana-mana, di satu pihak itu menghibur, tapi saya berpikir apakah itu tak terlalu berlebihan. Seolah-olah menjadikan semua informasi yang ada sebagai suatu panutan atau yang digugu. Apa tak pernah terpikir untuk membuat HAL BARUMU SENDIRI ? (mari berpikir sejenak)
Berbuat hal berbeda memanglah sulit, bisa-bisa dicerca sebagai orang aneh, namun percayakah bahwa itu adalah salah satu sifat seorang pemimpin. Dalam suatu hal ada yang disebut trendsetter, mereka pasti mengawali hal yang akan menjadi trend dengan berlaku berbeda, justru merekalah yang akan menjadi maju lebih dahulu, di saat semua orang sedang berpikir dan sibuk dengan yang ada sekarang, mereka sudah melakukan hal itu kemarin dan memikirkan hal baru sekarang. (mari merenung lagi)
Untuk menjadi orang yag lebih berguna, menjadi lebih bermakna, menjadi lebih berarti, tidak bisa hanya dilakukan dengan mengikuti langkah pendahulumu saja, cobalah langkahi pendahulumu, buatlah berbeda, bila tak bisa naiklah sampai punggungnya kemudian ambil data masa depan yang dilihatnya dan berikan kepada penerus, bila semua orang berpikiran bahwa "Saya bukanlah orang yang suka ikut-ikutan, namun Saya harus menjadi panutan entah itu bagi satu, sepuluh, ratusan, ribuan,jutaan, bahkan milyaran orang!"
Buatlah gebrakan baru, buatlah penemuan baru, buatlah inovasi baru, dan buatlah dirimu yang menjadi pemimpin! remember this in your own "I'm the driver not the passenger!"
Sosok yang Tegar dan Berani
Keadaan terpuruk bukanlah buruk, bila
dihadapi dengan tenang, dan bijak
serta berjuang terus pantang mundur,
dan diiringi doa yang tulus!
Setiap tantangan dan rintangan adalah
cambuk untuk memotivasi kita mencapai
kemajuan dan kemenangan.
Pepatah mengatakan:
"Kehidupan bukanlah jalan yang lurus
dan mudah dilalui di mana kita bisa
bepergian bebas tanpa halangan.
Kehidupan seringkali berupa
jalan-jalan sempit yang menyesatkan,
di mana kita harus mencari jalan,
tersesat dan bingung! Sering rasanya
sampai pada jalan tak berujung.
Namun, jika kita punya keyakinan
Kepada Sang Maha Pemilik Kehidupan,
pintu pasti akan dibukakan untuk
kita. Mungkin bukan pintu yang selalu
kita inginkan, namun pintu yang
akhirnya akan terbukti, terbaik untuk
kita!" - A.J. Cronin
Saat kita menjelang dewasa, hidup
memang tidak selalu indah.
Lihatlah, langit pun tak selalu cerah,
suram malam kadang tak berbintang.
Itulah lukisan alam. Itulah aturan
Tuhan.
Hidup adalah belajar. Belajar untuk
menyelesaikan setiap teka-teki yang
sudah disiapkan oleh-Nya untuk kita.
Yang terpenting adalah, dalam kondisi
apapun, lakukanlah selalu yang
terbaik yang kita bisa.
Seberat apapun masalahmu kawan,
sekelam apapun beban dalam hidupmu,
janganlah engkau berlari, apalagi
sembunyi!
Temuilah Dia dengan lapang dada dan
bersihnya hati. Yakinlah, dengan
KESABARAN, kita akan bisa bertahan
dari segala badai cobaan.
Saat engkau mendapati masalah,
yakinlah, sebenarnya engkau tengah
dipersiapkan-NYA tuk menjadi sosok
yang tegar & berani.
from Anne-ahira
Ambisi dan mimpimu adalah samudra.
"Aku peringatkan kalian terhadap kata
'nanti', karena kata ini telah banyak
menjebak para pelaku untuk terhalang
dari kebaikan dan menunda-nunda
proses perbaikan diri" - Ulama
Kita tidak akan pernah tahu apa yang
akan terjadi di masa depan jika kita
tidak memulainya sekarang dan hanya
menunggu.
Curahkanlah seluruh tenaga dan
pikiran untuk melakukan pekerjaan dan
kesempatan yang bisa dilakukan saat
ini.
Lakukanlah tugas sebaik-baiknya
selama kita memiliki waktu. Jangan
membiarkan waktu berlalu, dan
sia-sia.
Ambisi dan mimpimu adalah samudra.
Meski kadang terjadi pasang surut,
tapi takkan pernah surut airnya.
Oleh sebab itu, bersemangatlah
selalu, meski perkerjaannya sekecil
apapun. Jangan pernah menunda-nunda
apa yang bisa dilakukan hari ini.
Ingatlah, engkau insan manusia yang
luar biasa! Hindari selalu menunggu
motivasi untuk bergerak, tetapi
bergeraklah sekarang juga, dan dirimu
akan termotivasi dengan sendirinya!
Setiap insan manusia dilahirkan luar
biasa. Kita semua sebenarnya diberi
kemampuan dan potensi yang besar dan
hebat.
Oleh sebab itu, kembangkanlah
setiap potensi yang ada semaksimal
mungkin, dan gunakan dengan tepat,
agar bermanfaat bagi sebanyak umat.
from :Anne-ahira
'nanti', karena kata ini telah banyak
menjebak para pelaku untuk terhalang
dari kebaikan dan menunda-nunda
proses perbaikan diri" - Ulama
Kita tidak akan pernah tahu apa yang
akan terjadi di masa depan jika kita
tidak memulainya sekarang dan hanya
menunggu.
Curahkanlah seluruh tenaga dan
pikiran untuk melakukan pekerjaan dan
kesempatan yang bisa dilakukan saat
ini.
Lakukanlah tugas sebaik-baiknya
selama kita memiliki waktu. Jangan
membiarkan waktu berlalu, dan
sia-sia.
Ambisi dan mimpimu adalah samudra.
Meski kadang terjadi pasang surut,
tapi takkan pernah surut airnya.
Oleh sebab itu, bersemangatlah
selalu, meski perkerjaannya sekecil
apapun. Jangan pernah menunda-nunda
apa yang bisa dilakukan hari ini.
Ingatlah, engkau insan manusia yang
luar biasa! Hindari selalu menunggu
motivasi untuk bergerak, tetapi
bergeraklah sekarang juga, dan dirimu
akan termotivasi dengan sendirinya!
Setiap insan manusia dilahirkan luar
biasa. Kita semua sebenarnya diberi
kemampuan dan potensi yang besar dan
hebat.
Oleh sebab itu, kembangkanlah
setiap potensi yang ada semaksimal
mungkin, dan gunakan dengan tepat,
agar bermanfaat bagi sebanyak umat.
from :Anne-ahira
Bicaralah Ide ! Bukan Gosip !
"Siapapun yang bergosip padamu, akan
bergosip tentang dirimu"- Pepatah Spanyol
Anda pasti pernah mendengar pepatah
ini; bahwa orang-orang besar senang
berbicara tentang ide-ide, sementara
orang biasa-biasa suka berbicara
tentang diri mereka sendiri dan
orang-orang kecil suka berbicara
tentang orang lain.
Itulah gosip. Gosip membuat orang
menjadi kecil. Tidak ada sesuatu yang
bisa ditawarkan dalam gosip. Gosip
hanya mengurangi kredibilitas orang
membicarakan dan yang dibicarakan
serta bisa menghancurkan orang yang
mendengarkan.
Berhenti menyebarkan gosip dan
menjadi penerima gosip. Jika Anda
menghentikan gosip yang diteruskan
hanya sampai pada Anda, Anda akan
memperbaiki kehidupan orang lain dan
diri Anda lebih baik lagi.
Lagipula, orang yang menceritakan
gosip pada kita, biasanya akan
menggosipkan kita juga.
Orang yang memiliki integritas tidak
suka mengumbar omongan tentang orang
lain di belakangnya. Jika memiliki
masalah dengan seseorang, ia lebih
baik mendatangi orang tersebut dan
membicarakan masalahnya, tidak pernah
melalui orang ketiga.
Mereka juga akan memuji orang secara
terbuka dan mengkritik orang secara
pribadi.
Jika Anda adalah orang besar,
berhentilah membicarakan orang lain
dan mari membicarakan ide-ide besar
yang bisa mengubah dunia! :-)
bergosip tentang dirimu"- Pepatah Spanyol
Anda pasti pernah mendengar pepatah
ini; bahwa orang-orang besar senang
berbicara tentang ide-ide, sementara
orang biasa-biasa suka berbicara
tentang diri mereka sendiri dan
orang-orang kecil suka berbicara
tentang orang lain.
Itulah gosip. Gosip membuat orang
menjadi kecil. Tidak ada sesuatu yang
bisa ditawarkan dalam gosip. Gosip
hanya mengurangi kredibilitas orang
membicarakan dan yang dibicarakan
serta bisa menghancurkan orang yang
mendengarkan.
Berhenti menyebarkan gosip dan
menjadi penerima gosip. Jika Anda
menghentikan gosip yang diteruskan
hanya sampai pada Anda, Anda akan
memperbaiki kehidupan orang lain dan
diri Anda lebih baik lagi.
Lagipula, orang yang menceritakan
gosip pada kita, biasanya akan
menggosipkan kita juga.
Orang yang memiliki integritas tidak
suka mengumbar omongan tentang orang
lain di belakangnya. Jika memiliki
masalah dengan seseorang, ia lebih
baik mendatangi orang tersebut dan
membicarakan masalahnya, tidak pernah
melalui orang ketiga.
Mereka juga akan memuji orang secara
terbuka dan mengkritik orang secara
pribadi.
Jika Anda adalah orang besar,
berhentilah membicarakan orang lain
dan mari membicarakan ide-ide besar
yang bisa mengubah dunia! :-)
Ukirlah Sejarah
Mati adalah awal kehidupan. Hidup
adalah pangkal kematian. Hidup dan
mati, datang silih berganti, tidak
ada yang kekal abadi. Itulah hukum
alam yang hakiki. Oleh sebab itu,
jangan takut mati, jangan mencari mati.
Selama hidup, lebih baik bersegeralah
perbanyak kebaikan, syukuri diri
dalam keadaan apapun, dan tahu diri
di manapun. Bebas, lepas, tidak
terikat dan melekat, cerah ceria,
berpikir optimis dan positif setiap
saat, insyaallah hidup senang, mati
tenang. :-)
////////////////////////////// //////////
Kisah Nyata...
Pagi itu seorang pria menjalani
rutinitasnya seperti biasa. Sebagai
seseorang yang mempunyai relasi luas
dan sibuk, ia selalu menyempatkan
diri untuk membaca kolom pengumuman
termasuk juga kolom berita kematian.
Tiba-tiba matanya membaca sebuah
berita, berita yang sangat
mengejutkan dan membuat bulu kuduknya
merinding. Ia sedang membaca berita
kematiannya sendiri.
Pria ini terhenyak, ia lalu bertanya
kepada dirinya sendiri, apakah ia
masih hidup? Apakah saat ini ia ada
di dunia atau di alam baka?
Saat ia menyadari bahwa ada sebuah
kesalahan dalam berita ini, mungkin
karena memiliki nama yang sama,
pastilah redaksi koran ini telah
melakukan kesalahan.
Namun karena rasa penasaran ia pun
melanjutkan membaca berita tersebut.
Ia ingin tahu apa tanggapan orang
mengenai dirinya.
Dalam artikel itu ia disebut dengan
panggilan 'raja dinamit' telah wafat.
Pada bagian lain ia juga disebut
sebagai 'partner dewa kematian'.
Ia terkejut bukan kepalang, apakah
seperti ini dirinya akan dikenang
oleh orang-orang?
Kejadian ini membuka pikirannya, ia
lalu memutuskan bahwa ia tidak ingin
dikenang seperti itu. Ia bertekad
mulai saat itu juga ia akan berjuang
demi kedamaian dan kemanusiaan.
Begitulah akhirnya, pria yang bernama
Alfred Nobel ini dengan tekadnya ia
berusaha hingga pada akhirnya namanya
diabadikan dalam hadiah
perdamaian--yaitu Nobel Prizes.
Bagaimana dengan Anda? Seperti apa
Anda ingin dikenang oleh orang-orang
yang Anda tinggalkan? Warisan apa
yang akan Anda sumbangsihkan demi
mashlahat umat banyak? Apakah
orang-orang akan mengingat Anda
dengan penuh cinta dan rasa hormat?
Mari kita bersegera lakukan sebanyak
kebaikan, mulai hari ini, detik ini,
saat ini juga.
email from Anne-ahira
adalah pangkal kematian. Hidup dan
mati, datang silih berganti, tidak
ada yang kekal abadi. Itulah hukum
alam yang hakiki. Oleh sebab itu,
jangan takut mati, jangan mencari mati.
Selama hidup, lebih baik bersegeralah
perbanyak kebaikan, syukuri diri
dalam keadaan apapun, dan tahu diri
di manapun. Bebas, lepas, tidak
terikat dan melekat, cerah ceria,
berpikir optimis dan positif setiap
saat, insyaallah hidup senang, mati
tenang. :-)
//////////////////////////////
Kisah Nyata...
Pagi itu seorang pria menjalani
rutinitasnya seperti biasa. Sebagai
seseorang yang mempunyai relasi luas
dan sibuk, ia selalu menyempatkan
diri untuk membaca kolom pengumuman
termasuk juga kolom berita kematian.
Tiba-tiba matanya membaca sebuah
berita, berita yang sangat
mengejutkan dan membuat bulu kuduknya
merinding. Ia sedang membaca berita
kematiannya sendiri.
Pria ini terhenyak, ia lalu bertanya
kepada dirinya sendiri, apakah ia
masih hidup? Apakah saat ini ia ada
di dunia atau di alam baka?
Saat ia menyadari bahwa ada sebuah
kesalahan dalam berita ini, mungkin
karena memiliki nama yang sama,
pastilah redaksi koran ini telah
melakukan kesalahan.
Namun karena rasa penasaran ia pun
melanjutkan membaca berita tersebut.
Ia ingin tahu apa tanggapan orang
mengenai dirinya.
Dalam artikel itu ia disebut dengan
panggilan 'raja dinamit' telah wafat.
Pada bagian lain ia juga disebut
sebagai 'partner dewa kematian'.
Ia terkejut bukan kepalang, apakah
seperti ini dirinya akan dikenang
oleh orang-orang?
Kejadian ini membuka pikirannya, ia
lalu memutuskan bahwa ia tidak ingin
dikenang seperti itu. Ia bertekad
mulai saat itu juga ia akan berjuang
demi kedamaian dan kemanusiaan.
Begitulah akhirnya, pria yang bernama
Alfred Nobel ini dengan tekadnya ia
berusaha hingga pada akhirnya namanya
diabadikan dalam hadiah
perdamaian--yaitu Nobel Prizes.
Bagaimana dengan Anda? Seperti apa
Anda ingin dikenang oleh orang-orang
yang Anda tinggalkan? Warisan apa
yang akan Anda sumbangsihkan demi
mashlahat umat banyak? Apakah
orang-orang akan mengingat Anda
dengan penuh cinta dan rasa hormat?
Mari kita bersegera lakukan sebanyak
kebaikan, mulai hari ini, detik ini,
saat ini juga.
email from Anne-ahira
Kisah Tukang Kayu
Seorang tukang bangunan yang sudah
tua berniat untuk pensiun dari
profesi yang sudah ia geluti selama
puluhan tahun.
Ia ingin menikmati masa tua bersama
istri dan anak cucunya. Ia tahu ia
akan kehilangan penghasilan rutinnya
namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh
istirahat. Ia pun menyampaikan
rencana tersebut kepada mandornya.
Sang Mandor merasa sedih, sebab ia
akan kehilangan salah satu tukang
kayu terbaiknya, ahli bangunan yang
handal yang ia miliki dalam timnya.
Namun ia juga tidak bisa memaksa.
Sebagai permintaan terakhir sebelum
tukang kayu tua ini berhenti, sang
mandor memintanya untuk sekali lagi
membangun sebuah rumah untuk terakhir
kalinya.
Dengan berat hati si tukang kayu
menyanggupi namun ia berkata karena
ia sudah berniat untuk pensiun maka
ia akan mengerjakannya tidak dengan
segenap hati.
Sang mandor hanya tersenyum dan
berkata, "Kerjakanlah dengan yang
terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas
membangun dengan semua bahan terbaik
yang ada."
Tukang kayu lalu memulai pekerjaan
terakhirnya. Ia begitu malas-malasan.
Ia asal-asalan membuat rangka
bangunan, ia malas mencari, maka ia
gunakan bahan-bahan berkualitas
rendah. Sayang sekali, ia memilih
cara yang buruk untuk mengakhiri
karirnya.
Saat rumah itu selesai. Sang mandor
datang untuk memeriksa. Saat sang
mandor memegang daun pintu depan, ia
berbalik dan berkata, "Ini adalah
rumahmu, hadiah dariku untukmu!"
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia
sangat menyesal. Kalau saja sejak
awal ia tahu bahwa ia sedang
membangun rumahnya, ia akan
mengerjakannya dengan
sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya,
ia harus tinggal di rumah yang ia
bangun dengan asal-asalan.
Inilah refleksi hidup kita!
Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini.
Anggaplah rumah itu sama dengan
kehidupan Anda. Setiap kali Anda
memalu paku, memasang rangka,
memasang keramik, lakukanlah dengan
segenap hati dan bijaksana.
Sebab kehidupanmu saat ini adalah
akibat dari pilihanmu di masa lalu.
Masa depanmu adalalah hasil dari
keputusanmu saat ini.
from email anne-ahira
Think & Succeed!
"Jadilah orang yang gembira. Jangan
memikirkan kegagalan hari ini, tapi
pikirkan sukses yang mungkin datang
di hari esok. Anda bisa jadi
mendapatkan tugas yang sulit, tapi
Anda akan sukses jika tekun dan
gigih, dan merasakan kesenangan dalam
mengatasi hambatan. Ingatlah, tidak
ada hal yang sia-sia untuk meraih
sesuatu yang indah" - Helen Keller
Perilaku dan kebiasaan yang kita
tunjukkan sehari-hari akan menentukan
ke mana kita akan berada nantinya.
Orang yang selalu tertutup dan tidak
pernah merasa gembira dalam hidupnya,
maka ia adalah orang yang paling
malang.
Bukanlah mobil mewah, uang banyak,
jabatan tinggi dan kecantikan yang
membuat seseorang bahagia.
Kebahagiaan, kegembiraan dan
keceriaan, semua itu datang dari
dalam diri, dan hati kita
masing-masing.
Bersikap terbukalah pada orang lain,
maka mereka akan lebih menghargai
kita. Berpikirlah selalu positif,
maka itu akan membuat kita menjadi
lebih rileks dan jauh dari khawatir.
Tebarkan senyuman, dan ramah pada
setiap orang, itu akan mencerminkan
pribadi yang kita miliki.
from email anne-ahira
memikirkan kegagalan hari ini, tapi
pikirkan sukses yang mungkin datang
di hari esok. Anda bisa jadi
mendapatkan tugas yang sulit, tapi
Anda akan sukses jika tekun dan
gigih, dan merasakan kesenangan dalam
mengatasi hambatan. Ingatlah, tidak
ada hal yang sia-sia untuk meraih
sesuatu yang indah" - Helen Keller
Perilaku dan kebiasaan yang kita
tunjukkan sehari-hari akan menentukan
ke mana kita akan berada nantinya.
Orang yang selalu tertutup dan tidak
pernah merasa gembira dalam hidupnya,
maka ia adalah orang yang paling
malang.
Bukanlah mobil mewah, uang banyak,
jabatan tinggi dan kecantikan yang
membuat seseorang bahagia.
Kebahagiaan, kegembiraan dan
keceriaan, semua itu datang dari
dalam diri, dan hati kita
masing-masing.
Bersikap terbukalah pada orang lain,
maka mereka akan lebih menghargai
kita. Berpikirlah selalu positif,
maka itu akan membuat kita menjadi
lebih rileks dan jauh dari khawatir.
Tebarkan senyuman, dan ramah pada
setiap orang, itu akan mencerminkan
pribadi yang kita miliki.
from email anne-ahira
success tips
////////////////////////////////////////
Success Tips #1:
Pikir itu pelita hati...
sukses, keunggulan, dan kelebihan
itu milik semua orang...
yang mau berusaha!
Pelita harus dinyalakan, baru akan
terang. Ada pepatah mengatakan:
'Nyalakanlah pelitamu di tempat
yang gelap dan tinggi, agar bisa
menerangi semua sudut dan segi, tak
hanya untuk diri sendiri, tapi juga
untuk semua orang yang belum
menemui jati diri.'
Semoga Newsletter ini dapat menjadi
PELITA yang bisa menerangi hidup kita
untuk menjadi lebih santun, rukun,
dan bahagia. Agar pikiran, ucapan,
dan perbuatan kita selalu terang.
Hidup lebih bermakna dan berguna
bagi sesama.
////////////////////////////// //////////
Success Tips #2:
Untuk temanku:
insan manusia yang luar biasa...
Ketika pikiran kita terfokus pada
sebuah tujuan, maka secara otomatis
akan tercipta sebuah komitmen.
Dan komitmen biasanya ditentukan oleh
karakter.
Orang yang telah mengenali
karakternya biasanya akan melakukan
hal-hal yang sesuai dengan dirinya,
yaitu memanfaatkan kemampuan yang
dimilikinya secara efektif, dan unik!
Kita tahu, setiap manusia memiliki
DNA yang berbeda. Nah, kita harus
bisa menempatkan keunikan yang
ada agar menjadi nilai tambah bagi
kita. Hindari membuat keunikan yang
ada menjadi keanehan pada diri kita,
yang bisa membuat kita tampak konyol
dan tidak simpatik.
SO BE YOURSELF!!
From email : anne-ahira
Success Tips #1:
Pikir itu pelita hati...
sukses, keunggulan, dan kelebihan
itu milik semua orang...
yang mau berusaha!
Pelita harus dinyalakan, baru akan
terang. Ada pepatah mengatakan:
'Nyalakanlah pelitamu di tempat
yang gelap dan tinggi, agar bisa
menerangi semua sudut dan segi, tak
hanya untuk diri sendiri, tapi juga
untuk semua orang yang belum
menemui jati diri.'
Semoga Newsletter ini dapat menjadi
PELITA yang bisa menerangi hidup kita
untuk menjadi lebih santun, rukun,
dan bahagia. Agar pikiran, ucapan,
dan perbuatan kita selalu terang.
Hidup lebih bermakna dan berguna
bagi sesama.
//////////////////////////////
Success Tips #2:
Untuk temanku:
insan manusia yang luar biasa...
Ketika pikiran kita terfokus pada
sebuah tujuan, maka secara otomatis
akan tercipta sebuah komitmen.
Dan komitmen biasanya ditentukan oleh
karakter.
Orang yang telah mengenali
karakternya biasanya akan melakukan
hal-hal yang sesuai dengan dirinya,
yaitu memanfaatkan kemampuan yang
dimilikinya secara efektif, dan unik!
Kita tahu, setiap manusia memiliki
DNA yang berbeda. Nah, kita harus
bisa menempatkan keunikan yang
ada agar menjadi nilai tambah bagi
kita. Hindari membuat keunikan yang
ada menjadi keanehan pada diri kita,
yang bisa membuat kita tampak konyol
dan tidak simpatik.
SO BE YOURSELF!!
From email : anne-ahira
apakah kita sama dengan setan???
![]() |
| Setan Mau Bunuh Diri Karena Dilaknat |
![]() |
| Setan Bisa Berubah Wujud Menjadi Apa Saja, Polisi, Penyanyi, Wanita Cantik, bahkan diri kita sendiri |
![]() |
| Setan selalu jadi kambing hitam atas kesalahan-kesalahan manusia |
![]() |
Bulan puasa adalah bulan penuh akting |
![]() | ||
| Manusia sudah bisa berperilaku seperti setan tanpa perlu diajari |
![]() |
Silahkan renungkan. Apakah kita itu manusia atau setan? semoga bermanfaat |
kisah mengharukan, mandikan aku bunda
Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis.
Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya
Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep
dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not the best,” katanya selalu,
mengutip seorang mantan presiden Amerika.
Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum
Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah
satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.
Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ‘’selevel”; sama-sama berprestasi,
meski berbeda profesi.
Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf
diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah
kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf
pertama hijaiyah ”alif” dan huruf terakhir ”ya”, jadilah nama yang enak
didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud
menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.
Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan
Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari
satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.
Setulusnya saya pernah bertanya, ”Tidakkah si Alif terlalu kecil
untuk ditinggal-tinggal? ” Dengan sigap Rani menjawab, ”Oh, saya sudah
mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!” Ucapannya itu
betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani
secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol
jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah,
cerdas dan gampang mengerti.
Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata
wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama
besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.
”Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.” Begitu selalu
nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.
Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik.
Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali
menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk
menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini
”memahami” orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek
minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan
perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali
ngambek.
Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria.
Maka, Rani menyapanya ”malaikat kecilku”.
Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya
super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada
keluarga ini.
Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif
menolak dimandikan baby sitter. ”Alif ingin Bunda mandikan,” ujarnya
penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat
diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit
berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut
membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya.
Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.
Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ”Bunda, mandikan aku!”
kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir,
mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak
lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.
Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter.
”Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.”
Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah
punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.
Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor
barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia
adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut,
Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya
sendiri. Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil
terbaring kaku. ”Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,” ucapnya lirih, di
tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari
sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.
Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri
mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu,
berkata, ”Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya
ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga
kan?” Saya diam saja.
Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya
mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ”Ini
konsekuensi sebuah pilihan,” lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat.
Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.
Tiba-tiba Rani berlutut. ”Aku ibunyaaa!” serunya histeris, lantas
tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis,
lebih-lebih tangisan yang meledak. ”Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan
Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..”
Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan
tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang
menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.
– Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.
– Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang
amat sangat.
– Sering kali orang sibuk ‘di luaran’, asik dengan dunianya dan
ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya yang
disayanginya. Akan masih ada waktu ‘nanti’ buat mereka jadi abaikan
saja dulu.
– Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan
kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan
mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.
MEREKA LUPA BAHWA ALLAH YANG MENENTUKAN SEMUANYA. HIDUP, MATI, RIZQI, JODOH
HANYA ALLAH YANG MENENTUKAN.
– Pelajaran yang sangat menyedihkan.
Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya
Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep
dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not the best,” katanya selalu,
mengutip seorang mantan presiden Amerika.
Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum
Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah
satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.
Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ‘’selevel”; sama-sama berprestasi,
meski berbeda profesi.
Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf
diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah
kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf
pertama hijaiyah ”alif” dan huruf terakhir ”ya”, jadilah nama yang enak
didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud
menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.
Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan
Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari
satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.
Setulusnya saya pernah bertanya, ”Tidakkah si Alif terlalu kecil
untuk ditinggal-tinggal? ” Dengan sigap Rani menjawab, ”Oh, saya sudah
mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!” Ucapannya itu
betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani
secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol
jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah,
cerdas dan gampang mengerti.
Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata
wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama
besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.
”Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.” Begitu selalu
nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.
Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik.
Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali
menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk
menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini
”memahami” orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek
minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan
perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali
ngambek.
Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria.
Maka, Rani menyapanya ”malaikat kecilku”.
Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya
super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada
keluarga ini.
Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif
menolak dimandikan baby sitter. ”Alif ingin Bunda mandikan,” ujarnya
penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat
diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit
berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut
membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya.
Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.
Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ”Bunda, mandikan aku!”
kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir,
mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak
lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.
Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter.
”Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.”
Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah
punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.
Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor
barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia
adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut,
Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya
sendiri. Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil
terbaring kaku. ”Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,” ucapnya lirih, di
tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari
sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.
Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri
mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu,
berkata, ”Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya
ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga
kan?” Saya diam saja.
Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya
mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ”Ini
konsekuensi sebuah pilihan,” lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat.
Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.
Tiba-tiba Rani berlutut. ”Aku ibunyaaa!” serunya histeris, lantas
tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis,
lebih-lebih tangisan yang meledak. ”Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan
Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..”
Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan
tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang
menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.
– Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.
– Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang
amat sangat.
– Sering kali orang sibuk ‘di luaran’, asik dengan dunianya dan
ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya yang
disayanginya. Akan masih ada waktu ‘nanti’ buat mereka jadi abaikan
saja dulu.
– Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan
kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan
mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.
MEREKA LUPA BAHWA ALLAH YANG MENENTUKAN SEMUANYA. HIDUP, MATI, RIZQI, JODOH
HANYA ALLAH YANG MENENTUKAN.
– Pelajaran yang sangat menyedihkan.


















