Archive for Agustus 2011

FOTO FOTO NEBULA

ini adalah foto foto nebula yang saya ambil dari situs hubble,, saya akan share foto foto ini buat beberapa waktu,, so cekidoot :)




Rabu, 31 Agustus 2011
Posted by R-da Adhitya
Tag :

THE GALILEAN MOONS AND THE SPEED OF LIGHT

On 7 January 1610, Galileo Galilei (1564-1642), professor of mathematics at the University of Padua, aimed a new device of some glass lenses mounted in a piece of organ pipe-he called it a “perspicillum”-toward the southeastern sky. There, to the upper right of the gibbous Moon, was Jupiter, a bright dot of light.
With his telescope yielding about 20x magnification, Galileo noted three little stars near Jupiter, one to the west and two to the east of it. The next night all three lay to the west of Jupiter. Two nights later, he saw only two stars, both to the east. This went on for two weeks before Galileo realized he was seeing a total me four worlds orbiting Jupiter. No one had ever seen these bodies before. Today, we know them as the Galileo moons (ganymede, io, callisto, europa)


by the 1670s, astronomers had determined the periods of revolution for the Galilean moons to within seconds of their modern values. But the predictions for when a moon would enter or leave Jupiter’s shadow were often up to several minutes in error. These events seemed to occur earlier when Earth was nearer the Jovian system and later when it was farther away from it. In 1675, Danish astronomer Ole Römer realized these errors arose from the fact that the speed of light was not infinitely quick. As a result of this study involving the Galilean moons, the first scientific determination for the speed of light was made.

Posted by R-da Adhitya
Tag :

PENGENALAN EKSOPLANET

Sebetulnya, pencarian planet di luar tata surya (eksoplanet) sangatlah sulit. Karena, hal ini bisa diibaratkan mencari seekor lalat dekat lampu sorot yang letaknya beratus kilometer dari pengamat. Untuk hal ini, para peneliti harus menggunakan alat yang ketelitiannya dalam mengukur kecepatan bintang kurang dari 10 meter per detik. Untuk patokan, sistem Yupiter-matahari, kecepatan gerakan bergelombangnya 12,5 m/s. Sulit bukan?

Sebelumnya, th.1992 ditemukan planet yang mengorbit Pulsar (PSR 1257+12). Th. 2003 ditemukan planet yang mengitari bintang gamma cephei. Dan pada 6 Oktober 1995, ditemukan planet yang mengorbit bintang 51 Pegasi. Hingga upaya-upaya selanjutnya menggunakan spektroskopi resolusi tinggi, hingga saat ini sekitar 242 eksoplanet yang ditemukan

Penamaan planetnya mengikuti kaidah
bintang utama-diikuti huruf b, dan seterusnya sesuai urutan penemuannya.
Kebanyakan eksoplanet mengorbit bintang kelas F, G, K, bila bintang utamanya lebih besar atau kecil akan sulit untuk terbentuk. Kemudian, ukuran dan massa rata-rata dari eksoplanet umumnya seperti jupiter atau lebih besar. Hanya sedikit yang mirip dengan bumi dari ukuran maupun struktur dalam materinya.
Posted by R-da Adhitya
Tag :

Wormhole



Wormhole? Wormhole itu adalah ‘sesuatu’ yang ada secara teoritis. Paling tidak sampai detik tulisan ini ditulis, wormhole hanya ada di atas kertas teori, atau muncul di film-film dan buku-buku fiksi ilmiah. Keberadaan wormhole dalam teori dimulai ketika Albert Einstein memperkenalkan Teori Relativitas Umum. Einstein menunjukkan bahwa massa bisa membuat ruang(waktu) melengkung/terlipat, semakin besar massa, semakin melengkung ruang(waktu). Sulit dibayangkan ya?

Di tahun 1919, Arthur Eddington membuktikan, ketika pada waktu itu terjadi Gerhana Matahari Total; bintang-bintang di sekitar Matahari teramati dalam posisi yang bergeser dari posisi yang seharusnya.Tentu saja pada saat gerhana, bintang-bintang bisa diamati pada siang hari. Dan bukti pengamatan tersebut menunjukkan bahwa Einstein memang benar. Bagaimana bintang bisa bergeser dari posisi yang seharusnya? Karena medan gravitasi Matahari membelokkan arah pancaran cahaya bintang.

Gerhana Matahari 1919

Tapi bukti pembengkokan cahaya oleh Matahari pada saat gerhana itu tidak ada hubungannya dengan wormhole. Pembuktian oleh Eddington tersebut menunjukkan bahwa teori Relativitas Einstein itu benar. Dari teori itu, satu pemikiran fundamental yang kita tahu kemudian adalah, bahwa massa mempengaruhi ruang(dan waktu). Secara umum gravitasi berkaitan erat dengan geometri, bagaimana arah cahaya bisa berbelok, itu tidak terbayangkan sebelumnya. Secara sederhana, bagaimana hubungan gravitasi dan geometri bisa digambarkan seperti gambar berikut ini.

Gambaran Ruang Waktu

Perlu dipahami bahwa sebelum Einstein, ruang dan waktu adalah dua entitas yang terpisah, tetapi teori Einstein menyatakan bahwa ruang dan waktu merupakan entitas tunggal yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, geometri disini perlu dipahami sebagai relasi-ruang waktu.

Kembali pada pekerjaan Einstein, teori Einstein mempergunakan teori matematis yang dikenal sebagai persamaan medan Einstein, dan solusinya dikenal sebagai solusi Scwarzschild. Solusi teori ini menguraikan tentang medan gravitasi pada massa yang simetri-bola, tidak berotasi. Solusi ini adalah yang menjadi cikal-bakal adanya blackhole (Blackhole Schwarzschild).


Di tahun 1916, tidak lama setelah Einstein memperkenalkan teori Relativitas; Ludwing Flamm menyadari bahwa persamaan Einstein mempunyai solusi yang lain, dikenal sebagai White Hole, dan bahwa kedua solusi tersebut menguraikan adanya dua daerah dalam ruang-waktu (datar) yang terhubungkan (secara matematis) oleh adanya suatu ‘lorong’ ruang-waktu. Karena teori belum mengatakan dimana wilayah ruang waktu itu di dunia nyata, jadi bisa saja black-hole sebagai pintu masuk dan white hole sebagai pintu keluar, tapi bisa saja di dunia yang sama dengan kita (ruang waktu yang bisa kita pahami), atau di ruang dan waktu yang lain (semesta lain, semesta paralel, masa lalu, sekarang, masa depan?). Tetapi, White Hole melanggar Hukum Ke-2 Termodinamika, dengan demikian, keberadaan White Hole sulit diterima secara mudah.

Pada tahun 1935, Albert Einstein dan Nathan Rosen mempelajari lebih lanjut kaitan Black Hole dan White Hole tersebut; bahwa dari perumusan teori Relativitas Umum, struktur ruang-waktu yang melengkung bisa menghubungkan dua wilayah dari ruang-waktu yang jauh, melalui suatu bentuk serupa lorong, sebagai jalan pintas dalam ruang. Pekerjaan ini secara formal dikenal sebagai jembatan Einstein-Rosen. Tujuannya bukan untuk mempelajari perjalanan yang lebih cepat dari cahaya atau perjalanan antar semesta, tetapi lebih pada mencari penjelasan pada partikel fundamental (seperti elektron) dalam ruang-waktu. Jembatan Einstein-Rosen ini dikenal juga dengan nama lain, seperi Lorentzian Wormhole atau Schwazschild wormhole.

Pada tahun 1962, John Wheeler dan Robert Fuller menunjukkan bahwa wormhole tipe jembatan Einstein-Rosen tidak stabil, menyebabkan cahaya pun tidak dapat melewatinya sesaat wormhole terbentuk. Lalu, apakah wormhole tidak bisa dilalui? (Traversable)? Kita akan meninjau tentang traversable wormhole sejurus nanti.

Demikian, sejak saat itu, teori tentang wormhole terus menerus dikaji; demikian juga, urban legend tentang wormhole pun hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam literatur fiksi ilmiah.

Teori ilmiah tentang wormhole terus berkembang: semuanya mempunyai prinsip yang sama, yaitu solusi matematis mengenai hubungan geometris antara satu titik dalam ruang-waktu dengan titik yang lain, dimana hubungan tersebut bisa berperilaku sebagai ‘jalan pintas’ dalam ruang-waktu.

Bagaimana wormhole terbentuk? Kembali pada ilustrasi gambar Bumi. Jika ada kelengkungan ruang-waktu pada suatu titik, dan tersambung dengan kelengkungan pada ruang-waktu yang lain, maka demikian lah gambaran wormhole ada. Seperti pada ilustrasi berikut, yang diambil dari film Stargate S1, seolah-olah semuanya itu indah dan menyenangkan. Seperti pintu Doraemon, kita buka pintu-nya, lalu kita sampai di suatu tempat yang jauhh sekali. Ah indahnya fiksi ilmiah.

Wormhole berdasarkan gambaran Film Stargate SG1

Wormhole yang berkaitan dengan hubungan dalam ruang-waktu, dikenal sebagai Laurentzian wormhole. Hubungan disini tentu saja dikatakan sebagai jalan pintas, karena: Jika perjalanan dari Gerbang ke Bulan, bisa dilakukan jauh lebih cepat, bahkan lebih cepat daripada laju cahaya menempuh jalur normal. (Tentu saja artian lebih cepat dari laju cahaya ini karena menggunakan jalur yang lebih pintas, bukan karena ‘lebih cepat dari laju cahaya’). Itu tentu saja, bila perjalanan memang dapat dilakukan melalui wormhole.

Tetapi, kompleksitas muncul, karena, apakah kita bisa menentukan ujung perjalanan kita? Apakah kita akan keluar di ujung, di semesta yang sama? Atau di semesta paralel? Atau kita muncul di waktu yang sama? Apakah kita muncul di waktu kita? Atau di masa lalu? Atau masa depan? Tentu saja semua mungkin, karena Laurentzian wormhole merupakan produk dari Teori Relativitas Umum yang menyatakan bahwa semua bergerak baik dalam ruang maupun dalam waktu.

Lorentzian wormholes terbagi dalam dua jenis:
1) Inter-universe wormholes, wormholes yang menghubungkan semesta kita dengan ‘semesta’ yang lain. Ini adalah dugaan tentang adanya semesta paralel.
2) Intra-universe wormholes, wormhole yang menghubungkan dua daerah dalam semesta yang sama.

Ada juga wormhole lain yang dikenal sebagai Euclidean wormholes, yang mana, wormhole ini ada dalam proses yang sangat mikro, karena menjadi perhatian utama para ahli teori medan quantum. Dengan demikian wormhole jenis ini, pada saat ini tidak akan dibahas, dan Laurentzian wormhole adalah wormhole yang kita bahas.

Kembali pada pertanyaan, apakah mungkin kita melakukan perjalanan melalui wormhole? Kip Thorne dan Mike Morris pada tahun 1988 mengusulkan bahwa wormhole bisa dipertahankan kestabilannya mempergunakan materi eksotik (materi yang masih teoritis, dan belum ditemukan di dunia, dengan perilaku seperti massa yang negatif atau menolak gravitasi, alih-alih patuh pada hukum Gravitasi Newton). Model teori ini dikenal sebagai Morris-Thorne wormhole. Teori-teori yang kemudian dikembangkan untuk mempertahankan kestabilan wormhole, sehingga bisa dilalui, sampai saat ini berpedoman pada argumentasi bahwa, tidak ada materi yang kita ketahi bisa berperanan untuk mempertahankan kestabilan, karena membutuhkan adanya energi negatif.

Kendati wormhole masih menjadi wacana teori (dan urban legend), tetapi belum ada bukti yang bisa mendukung keberadaannya, baik dari pengamatan maupun secara eksperimen. Apakah kemudian wormhole itu tidak mungkin ada? Atau mungkinkah wormhole dibuat?

Secara teori, kita bisa membangun wormhole. Caranya? Supaya ruang-waktu bisa terlipat dibutuhkan materi dan energi yang sangat luar biasa, jadi kita tinggal mencari materi yang sangat padat di luar angkasa sana, sebut saja, dari bintang ne(u)tron. Kenapa bintang netron? Bintang netron adalah jenis bintang yang massa-nya mencapai 1,35 sampai 2,1 kali masssa Matahari, tetapi dengan radius hanya 20 sampai 10 km, mencapai 30 ribu – 70 ribu lebih kecil daripada Matahari. Dengan demikian, maka berat-jenis bintang netron mencapai of 8×10^13 to 2×10^15 g/cm^3.

Seberapa banyak? “Secukupnya” – sampai bisa membentuk cincin raksasa seukuran orbit Bumi mengelilingi Matahari. Kemudian, buat cincin yang lain di ujung yang lain. Setelah konstruksi cincin raksasa di kedua ujung tersebut selesai, berikan tegangan listrik yang sangat tinggi, pada kedua ujungnya, diputar sampai mencapai laju cahaya — dua-duanya, dan voila, perjalanan lintas ruang-waktu seketika.

Fakta bahwa perjalanan menembus waktu, apabila meloncat ke masa depan itu bisa diterima, karena memang tidak bertentangan dengan Teori Relativitas Khusus, tetapi jika perjalanan-nya mundur dalam waktu? Itu menjadi kontroversi, sulit dipahami, bahkan bisa menimbulkan paradoks.

Bila, salah satu ujung wormhole yang tadi telah dibuat tersebut digerakkan dengan laju mencapai laju cahaya, dan sesuai dari teori Relativitas Khusus, semakin laju suatu benda, mencapai kecepatan cahaya, waktu berjalan menjadi lambat; gerak relatif tersebut menciptakan perbedaan waktu antara keduanya. Sedemikian sehingga tercipta adanya lorong yang ujung-ujungnya berbeda waktu. Jika dari ujung yang diam, seseorang bergerak jauh ke masa depan, tapi kebalikannya, dari ujung yang bergerak, dia akan kembali ke masa lalu!

Disinilah kontroversinya, jika seseorang kembali dari masa depan, lalu membunuh orang-tuanya sebelum dia dilahirkan, lalu bagaimana dia bisa ‘ada’ dan melaksanakan misi membunuh orang-tuanya? Dengan pengetahuan akan teori Quantum, Stephen Hawking memperkenalkan ‘Konjektur Perlindungan Kronologi’, yang bisa ‘melindungi’ perjalanan antar waktu tersebut. Karena secara teori, di dalam lorong pasangan partikel-antipartikel secara terus menerus tercipta dan saling meniadakan, dengan demikian energi meluap dengan amat sangat, bahkan bisa melebihi energi eksotis yang diperlukan untuk membuka gerbang wormhole. Dan, wormhole akan terganggu dan tertutup, bahkan sebelum mesin waktu tercipta. Lalu apakah dengan demikian mesin waktu itu tidak mungkin?

Apapun yang mungkin sebenarnya bisa terjadi, apakah wormhole sebagai mesin waktu ada? Bisa terjadi? Atau sebagai portal antar ruang? Semua masih terbuka, masih harus menunggu penantian yang panjang, karena masih harus mencari pemahaman dan penyatuan teori mekanika quantum dan gravitasi. Masih banyak yang harus dipelajari, dan jika memang berminat ikut mempelajarinya, banyak yang belum dipahami; sementara menunggu, biarkan pengarang fiksi ilmiah bercerita tentang eksotika wormhole, atau kita nikmati saja kartun Kalvin & Hobbes berikut ini.

ini ilustrasi prinsip wormhole.. :)








dari http://langitselatan.com/
Posted by R-da Adhitya
Tag :

kalender penting gak penting :p

SEBELUMNYA AKU DAPET NI DOKUMEN DARI KAKAK KELASKU,, NAH DIA JUGA DAPET DARI ORANG PAS TAHUN 2008 DI OSN NASIONAL... YUP CEKIDOOTT
INI JUGA ADA LINKNYA,, BUAT DOWNLOAD: http://www.ziddu.com/download/15837610/astrogeblegpartFULL.pdf.html

Pastro Astronomer: Eureka! Bagian Satu: Konversi Waktu Planet
Berikut ini daftar konversi waktu planet-planet di tata surya kita. Untuk tata surya lain, silahkan kamu
tanya ke aku. Insya Allah, aku bakal ngitungnya.
A. Planet klasik

a. Merkurius
1 tahun = 2111 atau 2112 jam = 2 bulan
Tahun kabisat terjadi setiap 2 atau 200 tahun sekali
1 bulan = 1056 jam = 44 subhari = 2 minggu
1 minggu = 528 jam = 22 subhari
1 hari = 4223 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik

b. Venus
1 tahun = 5392 atau 5393 jam = 7 bulan
Tahun kabisat terjadi setiap 13 atau 1300 tahun sekali
1 bulan = 770 jam = 32 subhari = 10 minggu
1 minggu = 77 jam = 3 subhari
1 hari = 71545 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik
c. Bumi
1 tahun = 365 atau 366 hari = 12 bulan
Tahun kabisat terjadi setiap 4 atau 400 tahun sekali
1 bulan = 30 hari = 4 minggu
1 minggu = 7 hari
1 hari = 24 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik

d. Mars
1 tahun = 659 atau 660 hari = 20 bulan
Tahun kabisat terjadi setiap 2 atau 200 tahun sekali
1 bulan = 33 hari = 10 minggu
1 minggu = 3 hari
1 hari = 25 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik

e. Jupiter
1 tahun = 10399 hari = 74 bulan
Tahun kabisat terjadi setiap tahun
1 bulan = 141 hari = 5 minggu
1 minggu = 28 hari
1 hari = 10 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik

f. Saturnus
1 tahun = 23467 hari = 131 bulan
Tahun kabisat terjadi setiap tahun
1 bulan = 179 hari = 1 minggu
1 minggu = 179 hari
1 hari = 11 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik

g. Uranus
1 tahun = 43323 atau 43324 hari = 530 bulan
Tahun kabisat terjadi setiap 25 atau 2500 tahun sekali
1 bulan = 82 hari = 7 minggu
1 minggu = 11 hari
1 hari = 17 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik

h. Neptunus
1 tahun = 90285 atau 90286 hari = 1185 bulan
Tahun kabisat terjadi setiap 22 atau 2200 tahun sekali
1 bulan = 76 hari = 2 minggu
1 minggu = 38 hari
1 hari = 16 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik

B. Planet kerdil
i. Ceres
1 tahun = 4479 atau 4480 hari = 37 bulan
Tahun kabisat terjadi setiap 2 atau 200 tahun sekali
1 bulan = 121 hari = 1 minggu
1 minggu = 121 hari
1 hari = 9 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik

j. Pluto
1 tahun = 14204 atau 14205 hari = 2014 bulan
Tahun kabisat terjadi setiap 3 atau 300 tahun sekali
1 bulan = 7 hari = 1 minggu
1 minggu = 7 hari
1 hari = 153 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik

k. Haumea
1 tahun = 625454 atau 625455 hari = 1670 bulan
Tahun kabisat terjadi setiap 10 atau 1000 tahun sekali
1 bulan = 375 hari = 5 minggu
1 minggu = 75 hari
1 hari = 4 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik

l. Makemake
1 tahun = 339573 hari = 2565 bulan
Tahun kabisat terjadi setiap tahun
1 bulan = 132 hari = 4 minggu
1 minggu = 33 hari
1 hari = 8 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik

m. Eris
1 tahun = 610333 hari = 4772 bulan
Tahun kabisat terjadi setiap tahun
1 bulan = 128 hari = 9 minggu
1 minggu = 14 hari
1 hari = 8 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik
Part 2 Pastro Astronomer: Eureka! Bagian Dua: Menyusun Jam
Hai, teman-teman. Mau tau gimana aku bisa dapet konversi waktu kayak yang kamu liat di catatan aku
sebelumnya? Tenang aja, aku bakalan ajarin kamu kok!
Sebelumnya, karena ada operasi perhitungan baru, aku kenalin dulu operator-operatornya.
@...@ artinya angka yang diapit simbol @ itu harus dibuletin ke bawah. Misal @683.3@ = 683 dan
@572.6@ = 572.
&...& artinya angka yang diapit simbol & itu harus dibuletin ke atas. Misal &683.3& = 684 dan
&572.6& = 573.
[...] artinya angka yang diapit tanda kurung siku itu harus dibuletin ke bilangan terdekat. Misal [683.3]
= 683 dan [572.6] = 573.
... mod ... artinya nentuin sisa pembagian bilangan pertama dengan kedua. Misal 712 mod 5 = 2 dan
243 mod 3 = 0.
Contoh-contoh yang aku kasih ini adalah konversi waktu Bumi <-> Mars. Alasannya, saat ini orangorang
lagi bahas gimana sih timekeeping atau kurang lebih artinya pengaturan waktu di Mars. Emang
bener juga, abis udah banyak banget wahana yang neliti permukaan Mars. Mereka pun kini sedang
berusaha membuat kalender dan jam yang bisa memuaskan hati kalo kita bener-bener bisa tinggal di
sana jadi Martian (makhluk Mars). Aku juga gitu! Ayo, kita mulai petualangan kita untuk berusaha
memecahkan masalah itu!
Keterangan: Rumus-rumus yang aku kasih angka romawi yang diapit tanda kurung adalah rumus yang
aku temuin sendiri. Jadi, catatan ini juga sekaligus ngepromosiin rumus baru buatan aku. ;-)
Pertama-tama, siapin dulu data fisik dan orbital Mars:
Massa (ms): 6.4191*10^23 kg
Jari-jari (R): 0.53226 jari-jari bumi
Waktu rotasi sideris (prot): 24.622962 jam
Waktu orbit (p): 686.9795859 hari bumi
Cukup itu aja data yang kita perluin. Gak perlu banyak-banyak. Massa dan jari-jari emang keliatannya
gak ada pengaruhnya. Tapi liat aja, nanti pasti bakal dipake biarpun kehadirannya cuma sedikit.
Terlebih dahulu kita susun jam. Kita tau kalo 1 hari sama dengan 24 jam. Nah, kalo di planet lain, 1
harinya sama dengan:
H = [Srot] (I)
dengan H adalah jumlah jam dalam sehari planet dan Srot adalah waktu rotasi sinodis planet. Untuk
nyari Srot, kita bisa pake rumus dasar:
Srot = 1/|1/prot(jam)-1/(24*p(hari bumi))|
Jadi, waktu rotasi sinodis Mars adalah:
Srot = 1/|1/24.622962-1/(24*686.9795859)|
= 1/|1/24.622962-1/16487.51006|
= 1/|0.0406124982-0.00006065797|
= 1/|0.040551846|
= 1/0.040551846
= 24.6597897 jam
Sehingga 1 hari Mars sama dengan
H = [24.6597897]
= 25 jam
Selama ini orang nganggep waktu rotasi sinodis adalah lamanya 1 hari di suatu planet. Padahal, waktu
rotasi sinodis cuma nunjukkin berapa lama waktu yang dibutuhin untuk matahari untuk terbit dan terbit
lagi pada sehari solar kalo dilihat dari planet bersangkutan. Jadi, bisa aja pada 1 hari sesungguhnya,
matahari udah berapa kali terbit. Udah itu, perlu diinget, kalo mau ngitung berapa lama hari solar itu,
tanda positif atau negatif pada waktu rotasi sideris harus dimasukin. Tapi, kalo cuma mau ngitung hari
sesungguhnya, ya gak perlu dimasukin. Contoh untuk kasus ini adalah planet Venus. Kalo dihitung dari
bumi, hari solar planet ini adalah 117 hari bumi. Tapi, hari sesungguhnya adalah 2981 hari bumi. Itu
berarti, dalam satu hari Venus, matahari udah terbit sekitar 25 kali. Nah lo! Lain lagi kalo kita mau
ngucap "selamat pagi", "selamat siang", dan seterusnya di planet lain, kita harus pake hari solar.
Berikutnya, kita bakal nyari konversi berikut:
1 jam Mars = ... menit Mars
1 menit Mars = ... detik Mars
Kita tau kalo 1 jam = 60 menit dan 1 menit = 60 detik. Untuk planet lain, rupanya kedua nilai ini
konstan alias gak berubah. Jadi, 1 jam planet = 60 menit planet dan 1 menit planet = 60 detik planet,
atau secara matematis:
m = 60 menit (II)
s = 60 detik (III)
Jadi, titik-titik itu udah bisa diisi, dong? Iya! Jawabannya 60 dan 60.
Sekarang, liat jam kamu! Terserah, mau jam weker, jam dinding, atau jam tangan. Tapi jangan jam
digital. Kenapa? Kita bakal ngebahas pembagian waktu pada jam analog.
Coba liat. Jam kamu itu kan cuma nampilin angka 1 sampe 12 aja. Kalo kita udah jadi Martian, maka
kita bakal nyusun jam itu dengan ketentuan:
Z = FPB dari H dan m atau s (IV)
dengan Z adalah angka terbesar yang tampil di jam analog. Kenapa m "atau" s? Karena nilai m dan s
itu sama, yaitu 60. Jadi, jam milik Martian bakal nampilin angka dari 1 sampai:
Z = FPB dari 25 dan 60
= 5
Jadi, ada 5 bagian waktu di Mars. Kalo di bumi kan ada 2 bagian waktu. Masing-masing bagian
dinamain AM untuk jam 00:00 sampai 12:00 dan PM untuk jam 12:00 sampai 00:00. Untuk jam Mars,
bagian waktunya aku namain sbb:
AT (Alpha Time) untuk jam 00:00 sampai 05:00 waktu Mars (WM);
BT (Beta Time) untuk jam 05:00 sampai 10:00 WM;
GT (Gamma Time) untuk jam 10:00 sampai 15:00 WM;
DT (Delta Time) untuk jam 15:00 sampai 20:00 WM; dan
ET (Epsilon Time) untuk jam 20:00 sampai 00:00 WM.
Untuk planet lain, nama bagian waktunya boleh diambil dari nama apa aja diikutin kata "time" (waktu).
Kalo mau pake nama lazim, ya gak perlu ngikut aturan itu.
Lanjut! Sekarang kita bakal ngebuat jadwal kehidupan kita kalo kita udah jadi Martian. Misalnya
jadwal kita sehari-hari adalah:
05:00 Bangun tidur
06:00 Sarapan
07:00 Sekolah
12:00 Pulang sekolah
12:15 Makan siang
13:00 Tidur siang
14:00 Bangun tidur siang
15:30 Nonton TV
18:30 Makan malam
19:00 Belajar
21:00 Tidur
Jam pada jadwal kita itu bisa dikonversi menjadi jam versi planet dengan bantuan rumus:
J = (jam+menit/60+detik/3600)*(H/24) (V)
dengan J adalah jam pada jadwal (masih berupa desimal) versi planet. Hasil konversi ini boleh
dibuletin atau nggak atau bahkan digeser sedikit biar kesannya "pas" dan "mantap".
Misal, jam makan siang kita di Mars adalah:
J = (12+15/60+0/3600)*(25/24)
= (12+0.25+0)*1.041666667
= 12.25*1.041666667
= 12.76041667
= 12+0.76041667*60
= sekitar 12:45
Jadi, kita makan siang di Mars pada jam 12:45 WM atau boleh juga ditulis 2:45 GT.
Rumus jadwal versi planet ini gak cuma berlaku untuk menyusun jadwal, tapi juga bisa untuk nentuin
batas waktu untuk ngerjain sesuatu dalam versi planet. Misal, waktu yang diberikan untuk ngerjain
ulangan adalah 120 menit (=2 jam). Jadi kalo di Mars, batas waktunya adalah:
J = (2+0/60+0/3600)*1.041666667
= (2+0+0)*1.041666667
= 2*1.041666667
= 2.083333333
= 2+0.083333333
= sekitar 2 jam 5 menit atau 125 menit
Part 3 Pastro Astronomer: Eureka! Bagian Tiga: Menyusun Kalender (1)
Oke, kita udah selesai nyusun jam. Sekarang, kita mulai langkah yang lebih sulit, yaitu menyusun
kalender!
Langkah pertama, rubah dulu waktu orbit planet yang bersatuan hari bumi ke waktu orbit planet yang
bersatuan hari planet.
p(hari planet) = 24*p(hari bumi)/H (VI)
Sehingga waktu orbit Mars menurut Martian adalah:
p(hari Mars) = 24*686.9795859/25
= 16487.5100616/25
= 659.5004025 hari Mars
Sedangkan waktu rotasi baik berdasarkan jam bumi maupun jam planet adalah sama:
prot(jam planet) = prot(jam bumi) (VII)
Kemudian, carilah bulan ideal. Bulan ideal adalah bulan hipotesis yang akan dipakai datanya untuk
penyusunan kalender planet. Jarak bulan tersebut (aI) dari planetnya adalah:
aI(JB) = Rp/Ra (VIII)
1 JB = 63*Ra (IX)
dengan Rp adalah jari-jari planet, JB adalah singkatan dari Jarak Bulan (milik planet acuan), dan Ra
adalah jari-jari planet acuan. Planet acuan adalah planet hipotesis yang berjarak aa dari mataharinya.
Nilai aa adalah:
aa = Rb*Tb^2/(Rm/Tm^2) = (Lub/Lum)^0.5
dengan Rb adalah jari-jari matahari planet tersebut, Tb adalah suhu permukaan matahari planet tersebut
dalam kelvin, Rm adalah jari-jari matahari kita, Tm adalah suhu permukaan matahari kita dalam kelvin,
Lub adalah luminositas matahari planet tersebut, dan Lum adalah luminositas matahari kita. Untuk tata
surya kita, kebetulan planet acuannnya adalah bumi kita tersayang dan 1 JB = 384399000 m. Sehingga
jarak bulan ideal Mars adalah:
aI(JB) = 0.53226*Rb/Rb
= 0.53226 JB
= 0.53226*384399000
= 204600211.7 m
Waktu orbit bulan ideal dihitung dengan rumus:
pI(hari bumi) = 2*pi*(aI^3/(G*ms))^0.5/86400
dengan G adalah konstanta gravitasi (6.67*10^-11 N*m^2/kg^2). Jadi, waktu orbit bulan ideal Mars:
pI(hari bumi) = 2*pi*(204600211.7^3/(6.67*10^-11*6.4191*10^23))^0.5/86400
= 2*pi*(204600211.7^3/(42.815397*10^12))^0.5/86400
= 2*pi*(8.56482*10^24/(42.815397*10^12))^0.5/86400
= 2*pi*(2.00041*10^11)^0.5/86400
= 2*pi*447259.0453/86400
= 32.52559562 hari bumi
Untuk menyatakan waktu orbit bulan ideal ke satuan hari planet, kita bisa pake rumus (VII).
pI(hari Mars) = 24*32.52559562/25
= 780.61429488/25
= 31.2245717952 hari Mars
Berikutnya, kita bakal ngitung parameter-parameter yang ada di kalender. Pertama-tama, kita cari dulu
jumlah hari dalam setahun (delta):
delta1 = @p(hari planet)@ (X)
delta2 = delta1+1 (XI)
delta1 adalah jumlah hari dalam setahun non-kabisat, sedangkan delta2 adalah jumlah hari dalam
setahun kabisat. Untuk kalender Mars, jumlah hari dalam setahunnya adalah:
delta1 = @659.5004025@ delta2 = 659+1
= 659 hari = 660 hari
Berikutnya, kita cari jumlah bulan dalam setahun planet (M):
M = |[p(hari planet)/pI(hari planet)-1]| (XII)
Kalo M bernilai 0, maka dalam setahun planet, kalendernya cuma punya 1 bulan. Mari kita hitung
banyak bulan di kalender Mars:
M = |[659.5004025/31.2245717952-1]|
= |[21.1211992537-1]|
= |[20.1211992537]|
= |20|
= 20 bulan
Adapun jumlah hari dalam sebulan planet (D) adalah:
D = [p(hari objek)/M] (XIII)
Satu bulan Mars sama dengan:
D = [659.5004025/20]
= [32.975020125]
= 33 hari
Kalender perlu tahun kabisat biar jumlah harinya gak terlalu nyimpang dari waktu orbit planet
bersangkutan. Tahun kabisat pada kalender planet terjadi setiap:
L1 = [1/mup(hari planet)] (XIV)
L2 = 100*L1 (XV)
L1 adalah tahun kabisat non-abad, sedangkan L2 adalah tahun kabisat abad (tahun abad adalah tahun
yang berakhiran dengan angka 00, misalnya 2100). mup adalah bagian desimal dari waktu orbit. Tahun
kabisat non-abad terjadi kalo (angka tahun) mod L1 = 0, sedangkan tahun kabisat abad terjadi kalo
(angka tahun) mod L2 = 0.
Sehingga tahun kabisat Mars terjadi setiap:
L1 = [1/0.5004025] L2 = 100*2
= [1.998391295] = 200 tahun sekali
= 2 tahun sekali
Udah itu, kita perlu nentuin jumlah minggu dalam sebulan (W). Jumlah minggu dalam sebulan planet
adalah:
W = [muD(hari planet)*(10+log aa(AU))] mod D (XVI)
dengan muD adalah bagian desimal D. Kalo nilai W di hasil perhitungan sama dengan 0, maka jumlah
minggu dalam sebulan dianggap sama dengan D.
Jadi, satu bulan Mars sama dengan:
W = [0.975020125*(10+log 1)] mod 33
= [0.975020125*(10+0)] mod 33
= [0.975020125*10] mod 33
= [9.75020125] mod 33
= 10 mod 33
= 10 minggu
Satu minggu itu berapa hari? Simpel banget. Jumlah hari dalam seminggu planet (d) adalah:
d = @D/W@ (XVII)
Satu minggu Mars sama dengan:
d = @33/10@
= @3.3@
= 3 hari
Di semua rumus itu, ada tiga buah rumus yang "kompak" banget. Yah, mirip-mirip kita lah kalo ngegeng.
Apa sih istimewanya? Kalo salah satu "anggota"nya berubah satuannya, maka yang lainnya juga
berubah. Kompak kan? Aku namain "geng" rumus itu "Tiga serangkai D". Sesuai namanya, rumusrumus
yang ada di "geng" ini nuntut kita untuk nyari nilai variabel yang berawalan huruf D, yaitu delta,
D, dan d.
Part 4 Pastro Astronomer: Eureka! Bagian Empat: Menyusun Kalender (2)
Udah selesai? Belum! Tadi itu kita baru nyari parameter kalendernya. Sekarang, baru kita nyusun
kalendernya.
Tahap satu, kita tentuin dulu jumlah hari tiap-tiap bulan. Kenapa gak langsung dimasukin aja nilai D ke
semua bulan? Coba aja liat kalender kamu, tiap-tiap bulan gak sama kan jumlah harinya? Tujuannya,
gak lain, biar jumlah hari dalam setahun sama dengan delta1 atau delta2 kalo tahun kabisat. Biar
mudah, langkah-langkah berikut langsung aja kita praktekin di kalender Mars. Siap?
a. Tetapkan jumlah hari dalam sebulan = D. Ini belum apa-apa, maksudnya belum ada coret-coretan di
kertas kamu. Karena jumlah bulan dalam setahun Mars = 20, maka tulis angka 33 20 kali.
33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33 (total=660)
Total maksudnya jumlah hari sementara pada setahun Mars.
b. Rubah jumlah hari dalam &M/12& bulan sembarang = D+1. Ini artinya di 10 bulan sembarang,
jumlah harinya harus 34 hari.
33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 34, 34, 34, 34, 34, 34, 34, 34, 34, 34 (total=670)
Aku sengaja milih 10 bulan yang paling kanan biar lebih gampang.
c. Pada @M/12@ bulan sisanya, tetapkan jumlah hari pada salah satu bulan = D-2 jika tahun tersebut
tahun non-kabisat atau D-1 jika tahun tersebut tahun kabisat. Misalnya, kalo kita ambil tahun nonkabisat,
maka jumlah hari pada bulan itu = 31.
33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 31, 34, 34, 34, 34, 34, 34, 34, 34, 34, 34 (total=668)
Awas, jumlah hari pada bulan itu gak boleh sama dengan bulan lainnya, kecuali kalo tahun kabisat.
Kalo total udah sama dengan delta, maka kalender kita hampir jadi. Tapi, rupanya total di kalender
Mars belum sama dengan delta, sehingga harus ditambah langkah berikut:
d. Tambahkan atau kurangi jumlah hari pada bulan-bulan lain sampai jumlah hari dalam setahun =
delta. Karena total melebihi delta1, maka kita harus ngurangin jumlah hari pada bulan lainnya.
33, 32, 32, 32, 32, 32, 32, 32, 32, 31, 34, 34, 34, 34, 34, 34, 34, 34, 34, 33 (total=659)
Data mentah kalender selesai karena total udah sama dengan delta1.
Kamu pasti nanya-nanya, kenapa bulan yang paling kiri gak dikurangin jumlah harinya? Ingat, pada
kalender, harus ada minimal 1 bulan yang jumlah harinya sama dengan D. Kalo rupanya pas make cara
gitu gak bisa nyelesain masalah, maka jumlah hari bulan lainnya harus dikurangin, termasuk bulan
pendek (bulan yang punya jumlah hari paling sedikit). Yang jelas, tetep jaga biar ada minimal 1 bulan
yang punya jumlah hari sama dengan D. Itulah alasannya, kenapa aku ngerubah hari pada suatu bulan
selalu dari kanan ke kiri!
Selanjutnya, kita bakal ngenamain bulan dan hari. Mudah aja kok. Untuk bulan dan hari, bisa diambil
dari nama apa aja dengan memberi akhiran -mo (dari kata month yang arinya bulan) kalo ngenamain
bulan atau -day (dari kata day yang artinya hari) kalo ngenamain hari. Untuk kalender Mars, aku udah
ngasih nama bulan-bulannya:
1. Lunamo 6. Mimasmo 11. Titanmo 16. Titaniamo
2. Iomo 7. Enceladusmo 12. Iapetusmo 17. Oberonmo
3. Europamo 8. Tethysmo 13. Mirandamo 18. Tritonmo
4. Ganymedemo 9. Dionemo 14. Arielmo 19. Plutomo
5. Callistomo 10. Rheamo 15. Umbrielmo 20. Charonmo
dan hari-harinya:
1. Phobosday 2. Deimosday 3. Solday
Kalo mau pake nama lazim, gak perlu ikut aturan itu.
Oke, berikutnya kita bakal ngurutin data mentah jumlah hari yang udah kita susun tadi. Pertama kali,
kita cari dulu nomor bulan pendek (B):
B = [|M-U*mud(hari planet)|] mod M (XVIII)
U = 10*(10*muD(hari planet))^0.5 (XIX)
dengan mud adalah bagian desimal d dan U adalah koefisien bulan pendek. Kalo B sama dengan 0,
maka nomor bulan pendeknya sama dengam M.
Mari kita cari nomor bulan pendek pada kalender Mars.
U = 10*(10*0.975020125)^0.5 B = [|20-31.22531225*0.3|] mod 20
= 10*9.75020125^0.5 = [|20-9.367593674|] mod 20
= 10*3.122531225 = [|10.632406326|] mod 20
= 31.22531225 = [10.632406326] mod 20
= 11 mod 20
= bulan ke-11 (=Titanmo)
Jadi, bulan yang punya 31 hari (atau 32 hari kalo tahun kabisat) itu adalah Titanmo.
Perhatiin kalender kamu! Dalam setahun, ada sepasang bulan yang jumlah harinya sama kan? Ya! Juli
dan Agustus (bulan ke-7 dan bulan ke-8 bumi) punya jumlah hari yang sama, yaitu 31 hari. Nah,
kalender planet lain rupanya gitu juga. Bulan yang punya jumlah hari sama adalah bulan ke-(C-1) dan
bulan ke-C. Berapa nilai C? Nilai C dihitung pake rumus ini:
C = (L1+W) mod M (XX)
Kayak rumus lainnya yang pake "mod", kalo nilai C pada hasil perhitungan sama dengan 0, maka nilai
C dianggap sama dengan M. Kasus lainnya, kalo nilai L1 sama dengan ~ (tak terhingga, artinya di
kalendernya gak ada tahun kabisat), maka L1 dianggap sama dengan 0 biar terdefinisi.
Nilai C untuk kalender Mars adalah:
C = (2+10) mod 20
= 12 mod 20
= bulan ke-12 (=Iapetusmo)
sehingga nilai C-1 adalah:
C-1 = 12-1
= bulan ke-11 (=Titanmo)
Awas! Nilai C-1 yang didapet tadi sama dengan B. Padahal, nilai C atau C-1 gak boleh sama dengan B.
Kenapa? Udah jelas kalo B adalah bulan pendek yang kalo bukan tahun kabisat tentu gak sama jumlah
harinya dengan D, D+1, D+2, dan seterusnya. Kalo kamu ngedapet nilai C atau C-1 sama dengan B,
maka lakuin aja:
a. Nilai C ditambah 1 kalo nilai C-1 yang sama dengan B, atau
b. Nilai C ditambah 2 kalo nilai C yang sama dengan B.
Jadi, nilai C sekarang adalah:
C = 12+1
= bulan ke-13 (=Mirandamo)
dan nilai C-1 juga otomatis berubah:
C-1 = 13-1
= bulan ke-12 (=Iapetusmo)
Nah, sekarang kita tinggal ngurutin nomor bulannya. Kayak bikin data mentah tadi, kita langsung
praktekin aja di kalender Mars biar mudah.
a. Urutkan secara menurun nilai Dx pada data jumlah hari (data mentah). Dx adalah jumlah hari pada
suatu bulan. Kalo ada bulan yang nilai Dx-nya sama, gak perlu ditulis 2 kali.
34 (9)
33 (2)
32 (8)
31/32 (1)
Angka yang didalem kurung itu artinya jumlah bulan yang punya Dx sama dengan itu. Untuk Dx
terakhir, itu artinya ada 2 kemungkinan hari. Gak lain, itu adalah bulan pendek. Sekalipun nilai L1
planet = 1 (artinya, setiap tahun di kalendernya adalah tahun kabisat tanpa pengecualian) dan punya Dx
yang sama dengan bulan lain, tetep ditulis terpisah kayak gitu.
b. Masukkan nilai B pada bulan yang memiliki nilai Dx terkecil. Ini artinya, kita masukin nilai B ke
bulan pendek.
34 (9)
33 (2)
32 (8)
31/32 (1) 11
c. Isi nilai B+1 pada bulan yang memiliki nilai Dx terbesar. Kemudian, isi nilai B+2 pada bulan yang
memiliki nilai Dx terbesar kedua. Demikian seterusnya. Jika sudah sampai bulan yang memiliki Dx
terkecil kedua, maka nomor bulan selanjutnya diisi kembali di bulan terbesar. Jika nomor bulan sama
dengan C-1, maka isilah nilai C di Dx yang sama sebelum ke Dx selanjutnya.
34 (9) 12, 13, 16, 19
33 (2) 14, 17
32 (8) 15, 18, 20
31/32 (1) 11
Begitu nyampe di bulan ke-19, bulan ke-20 gak diisi di Dx 33. Soalnya, Dx 33 cuma 2 bulan yang
punya. Nah, rupanya di Dx 32, nomor bulannya udah sama dengan M, sementara nomor bulan 1
sampai 10 belum ada. Gimana jadinya?
d. Jika nomor bulan yang memiliki Dx tertentu sama dengan M, sementara masih ada nomor bulan
yang belum terisi, maka isikan nomor bulan 1 di Dx berikutnya dan ulangi langkah c.
34 (9) 12, 13, 16, 19, 1, 3, 5, 7, 9
33 (2) 14, 17
32 (8) 15, 18, 20, 2, 4, 6, 8, 10
31/32 (1) 11
Oke, kita udah selesai ngurutin data mentah. Sekarang, masih beberapa langkah lagi untuk nuntasin
catatan ini.
Di kehidupan sehari-hari, kita pasti sering ngedenger yang namanya "akhir pekan". Akhir pekan artinya
hari-hari yang jadi pemisah antara minggu satu dengan minggu selanjutnya. Di kalender bumi, akhir
pekan jatuh pada hari Sabtu dan Minggu (hari ke-7 dan ke-1). Nah, di kalender planet lain, akhir pekan
jatuh pada hari ke-1, hari ke-d, hari ke-(d-1), dan seterusnya. Jumlah akhir pekan seluruhnya (w)
adalah:
w = @W^0.5@ (XXI)
Jadi, jumlah akhir pekan di kalender Mars adalah:
w = @10^0.5@
= @3.16227766@
= 3 hari
Semua hari adalah akhir pekan. Jadi, mungkin para Martian gak kenal yang namanya kuliah.
Di kehidupan sehari-hari juga pasti ada hari libur. Hari libur dibedain jadi 2 macem, yaitu hari libur
umum dan hari libur khusus. Hari libur umum adalah hari libur yang pasti ada di setiap kalender. Di
kalender bumi, hari libur umumnya adalah hari Minggu (hari ke-1). Sedangkan hari libur khusus adalah
hari libur yang gak tentu harinya, misalnya hari besar nasional dan hari libur sekolah.
Nomor hari libur umum pada kalender planet (h) adalah:
h = |@d-D/(W+1)@| mod d (XXII)
Kalo nilai h sama dengan 0, maka nomor hari liburnya sama dengan d.
Hari libur umum pada kalender Mars adalah:
h = |@3-33/(10+1)@| mod 3
= |@3-33/11@| mod 3
= |@3-3@| mod 3
= |@0@| mod 3
= |0| mod 3
= 0 mod 3
= 0
= hari ke-3 (=Solday)
Baiklah, kita udah selesai nyusun jam dan kalender Mars. Sebenernya, masih banyak rumus-rumus
yang belum bisa aku tampilin di catatan ini, misalnya nentuin subhari, prediksi waktu rotasi, konversi
tanggal dan jam sekarang, dan rumus-rumus jam dan kalender lunar (rumus-rumus tadi adalah rumusrumus
jam dan kalender solar). Tapi, karena terbatasnya tempat dan biar kamu gak bosen ngeliat angka
yang "lagi ikut PBB (Pasukan Baris-Berbaris)", jadi aku rasa cukup dulu. Kalo ada kritik, saran, dan
koreksi, Insya Allah aku terima demi pengembangan catatan ini selanjutnya. Kalo ada pertanyaan juga,
tanyain aja, gak usah sungkan-sungkan. Insya Allah aku siap ngejawab pertanyaan kamu.
Makasih aku ucapin kepada yang udah ngedukung aku ngebuat rumus-rumus ini. Makasih juga buat
kalkulatorku yang selalu ada di meja komputerku, Microsoft Excel, Notepad, dan Wordpad yang ada di
komputerku, semuanya udah ngebantu aku ngitung dan ngebuat catatan ini. ;-) Oke, sampai di sini dulu
catatanku. Salam astronomi!
Selesai dibuat pada tanggal dan jam:
Jumat, 9 April 2010 20:52 (08:52 PM)
Solday, 28 Ganymedemo 911 22:56 (2:56 ET)
Di kota Pangkalpinang, provinsi Bangka-Belitung, negara Indonesia, planet Bumi.
(c) Pastro Astronomer (Eza Budi Perkasa) 2010
NB: Kalo kamu mau kalender Mars tahun ini (911), kirim aja alamat e-mail kamu ke komentar, dinding
aku, atau lewat SMS ke nomor aku. Gratis, tis! Mumpung masih promosi lo! EUREKA! ;-)
Posted by R-da Adhitya
Tag :

Hujan Meteor Quadrantids

Hujan meteor Quadrantid adalah salah satu hujan meteor yang terbaik dalam setahun. Jumlah meteor mencapai 100 buah per jam. Asal radian dari hujan meteor ini adalah di dekat rasi Bootes, yang terletak di belahan langit utara.

Sedikit berbeda dengan penamaan hujan meteor lainnya, hujan meteor ini dinamakan sesuai dengan rasi yang kini sudah tidak ada lagi. Rasi yang dimaksud adalah Quadran Muralis. Rasi yang ditemukan oleh J. Lalande pada tahun 1795 ini terletak dekat ekor dari Ursa Major, di antara Bootes dan Draco. Rasi ini menunjukkan alat mural quadrant, yang biasa digunakan untuk menentukan posisi benda langit.











Hujan meteor ini terjadi pada pekan pertama Januari, dengan puncaknya berada pada tanggal 3 Januari. Rasi Bootes akan terbit sekitar pukul 2 dini hari, sehingga hujan meteor ini akan dapat disaksikan dengan lebih baik sekitar pukul 3, setelah arah radiannya sudah cukup tinggi di langit sebelah timur.

Mengamati hujan meteor Quadrantids (Sumber: science.nasa.gov)

Hujan meteor ini pertama kali diamati pada tahun 1825. Namun posisinya yang berada jauh di utara menyebabkan hujan meteor ini sering tidak dapat diamati dengan baik. Karena di bulan Januari, belahan bumi utara mengalami musim dingin, sehingga langit tidak terlalu bersahabat. Selain itu juga karena puncak dari hujan meteor ini hanya berlangsung sekitar 2 jam saja.

Berbeda dengan kebanyakan hujan meteor lainnya, asal material hujan meteor ini tidak diketahui dengan pasti. Dugaannya adalah komet yang menjadi sumber hujan meteor ini sudah hancur sejak lama.











Aurora dan meteor-meteor Quadrantids (Sumber: APOD)
Source: duniaastronomi.com
Posted by R-da Adhitya
Tag :

Translate

Popular Post

Followers

pageviews

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © 2013 sekedar tulisan -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -