Puisi #2

Kau yang Duduk di Belakang

Aku di depan, kau di belakang
lagi-lagi hanya bisa curi pandang
susun strategi, pikiranku melayang
yang terlintas cuma lauk makan nanti siang

Dia masih duduk di belakang
Kucoba menunduk, konsentrasi ulang
ah aku lihat uang
kupungut saja, sayang

Aku yakin dia di belakang
Tak akan kubiarkan hilang
Kupicingkan mata setajam elang
Kuintip lewat jari yang senggang

Ah, jantungku berdegup riang
Belum lihat, jemari datang
ah, dasar kecoa belang!
Gagal lagi aku terbang!

Kau yang duduk di belakang
Sebentar lagi pulang
Tak bisakah kau beri ruang
untukku curi pandang

Untuk si cantik di belakang
Apa kau memakai gelang?
Kali ini aku menimbang
Ah kecoa belang, dasar Jamblang!

Bel sudah berdentang
Kau yang duduk di belakang
akan segera pulang
Siapa nyana dia datang, aku senang!


(ERDA ADHITYA BUDHI)


Minggu, 22 Juni 2014
Posted by Anonim
Tag :

Malam yang Semakin Larut #1 "Surat Untukmu"

Hai Kawan,
malam ini aku akan coba memberitahumu sesuatu...
sesuatu yang selama ini kusembunyikan dibalik ketiakku..
yaah, di kamar yang remang ini aku hidup, dalam kesederhanaan dan terkadang kebingungan..
belajar, mengerjakan tugas, sekedar tertawa terhibur karena hal lucu itu sudah menjadi rutinku di kamar ini..
Kawan, kamar ini begitu menarik jika kau kemari, maka kau akan melihat sisi kanan dan kiriku adalah kamar yang sama. Hanya berbeda penataan sesuai masing-masing. Jadi pastikan kau tidak tersesat!
Jangan bosan dulu membaca ceritaku
Sekarang ini aku sedang di kamar ini, sedang menuliskan dan memikirkan hal-hal yang sudah kusembunyikan dibalik ketiakku, kau tau, biarkan aku bercerita :)
          Aku sering dan teramat sering melihat seorang ibu berpakaian lusuh, namun badannya masih sehat dan bugar, dia meminta-minta di area kampus dimana aku belajar, aku ingat betul wajah dan perawakannya, aku merasa kalo aku sudah sering memberinya uang, niatku ikhlas memberi, sekali, dua kali, hingga berkali-kali. Sampai-sampai aku hapal wajahnya, hatiku jadi dongkol rasanya. Sampai ketika aku tidak lagi memberinya uang ketika dia meminta-minta. Kau tau apa yang hatiku gumamkan pada saat itu? "aku tidak tau seberapa dia butuh uang, sekali dua kali minta itu gapapa, tapi kayaknya kalo dikasih terus, dia pikir aku ini orang yang sangat baik yang akan memberi uang ketika ada yang meminta. enak banget! orang tuaku aja banting tulang cari uang buat mbiayain aku, ngasih aku uang buat makan, disini aku malah kasih kesana-sini ga jelas! ah udah ga mau kukasih lagi. biar tau biar usaha sendiri!"
          Setelah waktu-waktu berlalu ia datang, aku selalu tak memberi bahkan pernah aku berpura-pura tak mendengar ucapannya. Dia hanya berlalu sambil terkadang senyum, atau terkadang terlihat iba, memang pada saat itu aku merasa amat kasihan terhadapnya, namun aku ingin memberi pelajaran kepadanya, bahwa kalau ia berusaha ia masih bisa mendapat rezeki yang cukup dengan keringatnya sendiri.
         Namun, kau tau kawan, aku sungguh naif, hanya memaksakan pemikiran idealku padanya, bahkan tanpa mengucapkan intensiku. Aku hanya dari hari ke hari semakin muak melihat wajahnya, bukan aku tak punya rasa iba atau tak berjiwa sosial, bukan! Tapi entah bagaimana ekspresi wajah yang diperlihatkan ketika dia meminta-minta sudah sangatlah lemas sekarang, lemas dalam artian terbiasa. Ia bisa menjadi orang yang perlu dikasihani, dan bisa tiba-tiba menjadi orang yang seolah memiliki segalanya tanpa ia harus bekerja. Kau paham sekarang bagaimana perasaanku?!
          Namun, mengapa aku begitu memperhatikannya? apa kau bisa menjawab kebingunganku ini kawan? Aku selalu memperhatikannya, bahkan aku kira aku sudah seperti memiliki radar untuk mendeteksi keberadaannya. Entahlah! ah aku ingat suatu pagi, dia datang dengan pakaian yah yang lusuh, dengan kulitnya yang hitam itu, Ibu itu membawa seorang anak dalam gendongannya dan seorang anak lagi mengikutinya berjalan di belakangnya. Dia meminta-minta kepada mahasiswa-mahasiswa sejawatku kawan! "Oh Tidak!" teriak batinku, kenapa dia membawa anak-anak dengannya? apakah mereka anaknya? apa tujuannya membawa mereka? apa untuk memancing iba? "Aku tidak akan terpancing" bisikku sendiri. Tapi yang membuatku tidak habis pikir adalah dia meminta-minta di depan anaknya! Apa dia gak malu anaknya tau kalo ibunya itu clamit? Atau ibu itu bangga kalo dia itu pekerjaannya peminta-minta? Aku tak mau memikirkannya lagi! dan segera aku mempercepat langkahku menuju kelas kuliahku nanti.
          dan kawan, apa kau percaya bahwa baru saja aku memutuskan untuk membantunya lagi? setelah semua pikiranku, pikiran negatifku tentangnya, percayakah kau? yah kau dengar kawan, aku baru saja berbicara dengan ibuku, kau tau, aku berbicara macam-macam dengan tawa, kadang serius kadang aku bercanda. Itu sangat menyenangkan, hingga kemudian aku bicara tentang itu kepada ibuku. Beliau ibuku hanya menjawab "Kenapa harus banyak mikir kalo mau bantu? Mungkin ada alasan yang membuat dia menjadi seperti itu, yang membuat dia berlaku seperti itu... kamu ndak usah mencari alasan rasional untuk membantu, tidak usah perhatikan latar belakangnya, cukuplah berpikir 'kalo saya punya dan bisa bantu akan saya bantu, kalo ndak ya ndak bisa, mau apa yang sebenernya kejadian sama dia, dia sendiri yang nanggung, yang penting sini ikhlas' dan ah kamu anggap aja dia itu ibu (aku)" kemudian ibuku pamit untuk tidur dulu dan kini mulailah aku menulis untukmu kawanku,
           Ah kau tidak ngantuk bukan baca ceritaku yang panjang ini, dan rasanya aku mendapat banyak pelajaran penting kali ini, bahwa aku dan kamu tentunya harus membuat moral masyarakat di Negeri Indonesia kita ini tumbuh sebagai pekerja keras selama ia mampu. Jadi nggak mental pengemis gitu. Dan ah, you have to help people if they need your help, and don't even bother to think about what is the reason behind their back. 
wah panjang juga kawan, maaf kalo kamu bosen, itu salah satu rahasia dibalik ketiakku dan masih banyak lagi yang aku ingin ceritakan ke kamu looh.. hehe. So.. I wait your letter, and I'll write you more


(Erda Adhitya Budhi)

Selasa, 10 Juni 2014
Posted by Anonim

Perenungan Malam Ini #1

Yang namanya inspirasi atau ide bisa dateng dari mana aja.

Mau dari internet, dari sekolah, media cetak, toilet, khayalan, dari orang lain atau macem-macem lah entah se-absurd apapun ide atau inspirasi itu, itu merupakan hal yang sangat berharga.

kenapa berharga? walaupun kayaknya aneh? serius?

ya berharga, ide atau inspirasi yang mungkin pada saat itu tidak terlihat berguna. maka suatu saat ide atau inspirasi itu akan memimpin kita kepada pemikiran yang baru, lebih luas dan lebih bijak. membuka kepada kemungkinan-kemungkinan baru yang memunculkan harapan atau semangat. Dan juga membangkitkan perencanaan, tujuan dan refleksi terhadap diri sendiri.

Dengan hal ini,
Inspirasi atau ide dapat melecut sikap dan pendewasaan diri lebih mendalam
menjadikan diri bukan hanya sebagai seonggok daging yang kopong tak ada isinya, melainkan membawa warna dalam hidup kita sebagaimana manusia seharusnya.

Memiliki ambisi, rasa puas dan bahagia bila tujuan tercapai dan sedih bila gagal, merasa tertantang dengan hal yang baru, lebih dapat menghargai nilai dan makna kehidupan. Dan menjadi lebih manusia, melakukan hal yang esensial yang fundamental bagi hidupnya, bagi orang di sekitarnya, bagi orang yang disayanginya. Itulah manusia yang memetik pelajaran dari apa yang ada di sekitarnya dan di dalam dirinya. Itulah MANUSIA yang tidak kosong, not hollow man which thinks himself alone although so many people surround him and try to make him happy, because emptiness has been hanging deep beneath his heart. 



#note : Ide atau inspirasi disini maksudnya adalah pemikiran seluruh bidang, tidak hanya yang bersifat discovery.
Posted by Anonim

Puisi #1

SINGGASANA HIJAU

hawa kehidupan beriring dalam kabut malam
mengusik ketenangan hutan
yang hidup dan intisarinya menyusup dalam relung-relung gelap
menelan yang dilewatinya
yang hidup kemudian mati
kemudian hidup lagi
dari yang sempurna menjadi cacat
namun hidup di dunia yang sama sekali berbeda
menjadi inti kehidupan yang terkadang luput dari pandangan
kini kenangan yang tersimpan bagai kotak pandora mulai retak
membuat isinya merembes dan mengalir deras
mengantar kenangan yang lama menanti
bukan tak peduli,
tapi juga ku merasa tidak peduli,
hanya saja air mata mengalir
menyambut kehidupan yang datang di kala pagi
seperti primadani, seperti singgasana hijau
seluas kaki melangkah


ERDA ADHITYA BUDHI

Posted by Anonim
Tag :

Sersan (Serius namun Santai) Muda

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh
Wahai Kawan Yang Kurindukan 

Lama ga posting sesuatu di blog ini, meskipun traffic blog ini ga hebat, tapi saya tetap menyukai blog saya ini karena diri saya bisa berinteraksi kapanpun dengan yang ada di dunia maya ini… 
Hmmm… masa muda memanglah membingungkan, ketika kalian menonton di film, anime, drama atau apapun itu, banyak yang mengaitkan masa muda/gairah masa muda itu pada belajar, cinta, persahabatan, dan kebebasan, ya mungkin sebagian besar benar tapi ga segampang itu bicara.. :D
Masa muda yang sesungguhnya seharusnya dipenuhi dengan sikap mawas diri dan penuh perhitungan. Masa muda yang seharusnya mulai berpikir untuk menata masa depan, membetulkan pola pikir, dan menetapkan tujuan hidup dan hati masing-masing.. Setuju? Hanya.. dalam perjalanannya kita bisa saja menemukan cinta, pertemanan, persahabatan, dan yang sebagainya itu lah.. Nikmati saja hal itu tanpa harus melupakan apa yang seharusnya dicapai…
Kalo dikira ini ga penting, kamu salah besar! Bayangkan seorang remaja tak tau apa tujuannya, apa keinginannya, dia pasti akan melakukan hal semaunya, ga memikirkan apa yang akan ada di depannya, yang penting senang… wah pasti banyak pemuda atau pemudi Indonesia yang begini kehilangan arah dan tujuan dirinya sehingga banyak sekali kasus kenakalan bahkan kriminaitas yang dilakukan oleh remaja… hmmmm. Tapi Coba bandingkan bila pemuda mawas diri dengan dirinya dan lingkungannya, mengetahui tujuan dan arti dirinya di dunia ini, memiliki ambisi di masa depannya, maka dengan sendirinya dirinya akan berkehendak untuk lebih baik dan membentuk pola pikir yang matang, tanpa harus mengabaikan masa-masa muda yang indah.. pasti hebat!! Tiap orang memiliki watak dan kepribadian yang kuat, keinginan yang begitu besar dan ambisi yang hebat.. Bayangkan tiap pagi para pemuda melakukan aktivitas untuk menggapai cita-citanya.. belajar, olahraga, mungkin seni, bekerja bahkan.. Tiap orang bebas memilih mimpi.. Tiap orang berhak untuk sukses, tetapi karakter itu harus dibagun saat kita muda, sehingga masa tuanya kita hanya tinggal memandangi dan menikmati buah ranum kerja keras diri sendirii… :D
Jika dibilang menjadi serius itu membosankan, maka tegurlah bahwa ada kalanya serius dibutuhkan untuk menjadi menyenangkan.. ini artinya kita harus tetap serius menjalani hidup ini, kalo kita terlalu santai, bukan hanya dunia yang tak didapat, bisa jadi akhirat pun tidak didapat.. Astaghfirullahal’adziim.
Nah Berjuanglah Kawan Muda!! :D

Kawanmu,

Erda Adhitya Budhi

Wassalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh
Senin, 02 September 2013
Posted by Anonim

silahkan disimak :)

Mungkin ini gambaran secara empiris, kalo kita yang hidup sekarang di dunia ini, pasti banyak godaan dan rintangan supaya bisa hidup yang seperti ini

namun, jangan lengah!!! Teruslah berjuang dengan iman islammu!! karena 2 tujuan akhir tergantung pilihan kita :)
Minggu, 12 Mei 2013
Posted by Anonim

Saat Saya Menggalau :D

Assalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh

ikhwan wa akhwat,, postingan kali ini mungkin tidak memberikan suatu informasi atau pengetahuan umum apapun, tapi kali ini mungkin saya cuman sekedar share unek-unek di hati saya ini..

saya gak begitu pinter buat bikin basa basi, sebenernya, saya ini memiliki hati, hati saya mungkin terlalu cepat tertambat,, haha maklum remaja, (apaan kata kata saya inii?!) saya sendiri, kadang ingin memiliki seorang yang terpercaya untuk saya bisa curhat, tapi saya rasa belum menemukan seorang yang tepat.. ehm, saya pikir saya bisa menuliskan dan menuangkannya di blog ini, sehingga saya bisa mengosongkan hati saya ini :) . (meskipun saya kira ini sedikit show off, dan malah terkesan meng'ekspose'. but??? )

satu hal yang pasti, orang-orang bilang cinta itu anugerah. Allah pun memberi cinta kepada segenap umat, seluruh makhluk hidup, dan kepada alam tanpa kita ketahui. sekarang saya diberi anugerah itu, anugerah yang menuntun terhadap seorang yang baik hati, wanita yang berhijab (benar-benar berhijab -insyaalLah), akhlak mulia, wajah yang teduh untuk dipandang, dan mungkin hal-hal lain yang terlihat oleh saya yang tak mungkin saya tuliskan. (: . (aamiin)

oh iya pada awal bertemu, dia bahkan belum berjilbab sama sekali, dan saya belum menjadi saya sekarang ini. dan saya sempat pangling ketika esoknya dia berjilbab. ketika saya mengingat kejadian masa lalu, saya tertawa bagaimana awal kedekatan kita bermula dari hal yang aneh hingga itu menjadi awal mula hubungan yang erat dan baik. yang jelas semenjak kejadian itu kita jadi semakin dekat, selalu komunikasi dan bertatap muka, saling membantu dalam sekolah, sampai akhirnya kita saling share masalah kita, memberi solusi satu sama lain, memberi dukungan, dorongan, semangat, dan doa.

hingga suatu hari, saya menerima sms yang natinya saya ketahui ini sebagai tanda yang menunjukkan saya adalah orang yang bodoh yang tidak pengertian sama sekali, ya ini sifat saya banget, ketika itu saya belum mengerti perasaan saya buat dia, mungkin saya sayang dia atau apa, saya belum tau, dan dia saat itu, berbicara mengenai hal itu, yang saya tidak tau maksudnya...begitulah wanita menyukai hal-hal tersirat dan aku bodoh dalam penafsirannya.

2 tahun yang lalu saya tau bagaimana perasaan saya kepadanya, saya mendapat anugerah dari Yang Kuasa dan saya sangat bahagia ketika saya membaca sms sms nya yang lalu, saya dapat menafsirkannya,
namun beginilah kuasa Allah, yang menjaga saya dari hubungan yang bernama pacaran dan membimbing saya kepada hal yang lebih tepat. Pada saat saya mengutarakan perasaan saya kepadanya, saya sangat yakin bakal mendapat jawaban yang paling membahagiakan, yah maklum.. :) . namun, bukan hal yang ingin saya dengar yang ia utarakan, namun hal yang ia utarakan mengubah pandangan saya terhadapnya, terhadap hidup saya, terhadap keluarga saya. memang saya beruntung mencintai wanita seperti dia (saya sebut dia wanita, karena dia memang pantas disebut wanita -bukan perempuan- :D ).

dia menceritakan tentang masa lalunya yang melibatkan dirinya, keluarganya, temannya, dan hubungannya dengan seorang laki-laki (saya menjaga rahasia, karena dia bilang ini rahasia). Kemudian ia berbicara bahwa dirinya ingin benar-benar berhijab, benar-benar menjalani kehidupan sebagai seorang muslimah yang diinginkan Rasullullah SAW dan Allah SWT, dan ingin berbakti kepada Allah SWT dan orang tuanya. saya tak tau bagaimana jelasnya perasaannya, dia tak mengatakan dia memiliki perasaan yang sama atau tidak dengan saya. saya yang saat itu benar benar mengalami -yang sekarang pada bilang- kegalauan. Tapi, justru rasa itu yang mendorong saya untuk ingin lebih tau, saya mencari apa arti hijab, apa maknanya, dan setelah saya tau saya rasa itu mengagumkan :D . dan saya berpikir, "kalau saya benar mencintainya, pastinya saya tidak ingin mencelakakannya, mengecewakannnya, dan menjadi mudharat untuknya, diam-diam dia menjadi orang yang saya kagumi dan sangat saya sayangi, dirinya selalu menjadi kontrol untuk tiap perbuatan saya, dan keinginan saya untuk bisa menjadi pembimbingnya kelak mendorong saya untuk belajar islam lebih mendalam, hingga kini saya hanya ingat senyumnya ketika saya mencoba mencari jawaban perasaannya pada saya. sampai saat ini, saya tak lagi mempedulikan perasaan itu, ketika saya rindu dirinya, saya hanya butuh menyendiri, atau curhat dan dalam diam mendoakannya :). Ya Allah, bahagianya saya yang telah Engkau pertemukan dengannya.

nah, kayaknya hati saya udah kosong dan udah nggak ngegalau lagii :) . hehehe
ingat!! gak ada yang namanya pacaran Islami!!
anyway,, makasih buat doa dan dukungan ikhwan dan akhwat yang telah membaca ini.

wassalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh

(ttd : Erda Adhitya Budhi / aldebaran)


Posted by Anonim

Translate

Popular Post

Followers

pageviews

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © 2013 sekedar tulisan -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -